Berita Internasional
Konflik Perbatasan Thailand–Kamboja Telan Puluhan Korban, AS Turun Tangan
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Thailand maupun Kamboja terkait tindak lanjut seruan Amerika Serikat
Ringkasan Berita:
- Konflik bersenjata di perbatasan Thailand–Kamboja kembali memanas dan menelan puluhan korban jiwa dari kalangan militer maupun warga sipil.
- Amerika Serikat turun tangan dengan mendesak kedua negara menghentikan pertempuran serta melaksanakan sepenuhnya Perjanjian Damai Kuala Lumpur yang sempat ditangguhkan.
- ASEAN dijadwalkan menggelar pertemuan menteri luar negeri untuk mendorong penyelesaian konflik dan kepatuhan terhadap komitmen damai.
TRIBUNGORONTALO.COM - Konflik bersenjata di perbatasan Thailand dan Kamboja kembali menelan puluhan korban jiwa.
Menyikapi eskalasi tersebut, Amerika Serikat menyerukan kedua negara untuk segera menghentikan pertempuran dan melaksanakan sepenuhnya Perjanjian Damai Kuala Lumpur.
Dalam pernyataan resminya pada Minggu (waktu setempat), Departemen Luar Negeri Amerika Serikat meminta Thailand dan Kamboja mengakhiri permusuhan.
Baca juga: Roti O Minta Maaf, BI Tegaskan Rupiah Tak Boleh Ditolak
Juga meminta kedua negara itu menarik senjata berat, menghentikan pemasangan ranjau darat, serta menjalankan seluruh mekanisme penyelesaian konflik yang tertuang dalam perjanjian damai tersebut.
“Amerika Serikat terus menyerukan kepada Kamboja dan Thailand untuk mengakhiri permusuhan, menarik senjata berat, menghentikan penempatan ranjau darat, dan melaksanakan sepenuhnya Perjanjian Damai Kuala Lumpur,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.
AS juga menyambut baik rencana pertemuan para menteri luar negeri ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, guna mendorong kedua negara agar menepati komitmen mereka untuk mengakhiri konflik.
Thailand dan Kamboja sebelumnya menandatangani Perjanjian Damai Kuala Lumpur pada Oktober lalu dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Malaysia.
Penandatanganan dilakukan di hadapan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Namun, implementasi perjanjian tersebut kemudian ditangguhkan setelah sejumlah tentara Thailand terluka parah akibat ledakan ranjau darat di wilayah perbatasan.
Insiden itu memicu kembali bentrokan bersenjata antara kedua negara.
Pemerintah Thailand melaporkan 21 prajurit Thailand dan satu warga sipil tewas dalam konflik yang masih berlangsung.
Selain itu, Thailand juga menyebut 33 warga sipil lainnya tewas akibat dampak tidak langsung dari situasi konflik di kawasan perbatasan.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyatakan 18 warga sipil Kamboja tewas dan 78 orang lainnya mengalami luka-luka akibat bentrokan di wilayah sengketa tersebut.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Thailand maupun Kamboja terkait tindak lanjut seruan Amerika Serikat dan agenda pertemuan ASEAN tersebut. (*)
| Serangan Udara Hantam Ibu Kota Iran, Amerika Serikat Disebut Turut Terlibat |
|
|---|
| Presiden Amerika Donald Trump Heran Iran tak Juga Menyerah Padahal Diancam |
|
|---|
| Presiden Meksiko Tetap Percaya Diri Sambut Piala Dunia Meski Kartel Narkoba Mengamuk |
|
|---|
| Putusan Mahkamah Agung Gagalkan Tarif Darurat, Trump Balas dengan Skema 10 Persen |
|
|---|
| Mantan Presiden Korea Selatan Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup atas Upaya Kudeta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Baku-tembak-di-perbatasan-Thailand-Kamboja.jpg)