Berita Internasional

Konflik Perbatasan Thailand–Kamboja Telan Puluhan Korban, AS Turun Tangan

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Thailand maupun Kamboja terkait tindak lanjut seruan Amerika Serikat

Editor: Wawan Akuba
X Screengrab/Asiatimes
KONFLIK PERBATASAN -- Ilustrasi perbatasan Thailand dan Kamboja. Baku tembak yang melibatkan tentara kedua negara terjadi di enam lokasi sepanjang perbatasan, mengakibatkan tiga warga sipil terluka. 
Ringkasan Berita:
  • Konflik bersenjata di perbatasan Thailand–Kamboja kembali memanas dan menelan puluhan korban jiwa dari kalangan militer maupun warga sipil. 
  • Amerika Serikat turun tangan dengan mendesak kedua negara menghentikan pertempuran serta melaksanakan sepenuhnya Perjanjian Damai Kuala Lumpur yang sempat ditangguhkan. 
  • ASEAN dijadwalkan menggelar pertemuan menteri luar negeri untuk mendorong penyelesaian konflik dan kepatuhan terhadap komitmen damai.

 

TRIBUNGORONTALO.COM - Konflik bersenjata di perbatasan Thailand dan Kamboja kembali menelan puluhan korban jiwa.

Menyikapi eskalasi tersebut, Amerika Serikat menyerukan kedua negara untuk segera menghentikan pertempuran dan melaksanakan sepenuhnya Perjanjian Damai Kuala Lumpur.

Dalam pernyataan resminya pada Minggu (waktu setempat), Departemen Luar Negeri Amerika Serikat meminta Thailand dan Kamboja mengakhiri permusuhan.

Baca juga: Roti O Minta Maaf, BI Tegaskan Rupiah Tak Boleh Ditolak

Juga meminta kedua negara itu menarik senjata berat, menghentikan pemasangan ranjau darat, serta menjalankan seluruh mekanisme penyelesaian konflik yang tertuang dalam perjanjian damai tersebut.

“Amerika Serikat terus menyerukan kepada Kamboja dan Thailand untuk mengakhiri permusuhan, menarik senjata berat, menghentikan penempatan ranjau darat, dan melaksanakan sepenuhnya Perjanjian Damai Kuala Lumpur,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

AS juga menyambut baik rencana pertemuan para menteri luar negeri ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, guna mendorong kedua negara agar menepati komitmen mereka untuk mengakhiri konflik.

Thailand dan Kamboja sebelumnya menandatangani Perjanjian Damai Kuala Lumpur pada Oktober lalu dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Malaysia.

Penandatanganan dilakukan di hadapan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Namun, implementasi perjanjian tersebut kemudian ditangguhkan setelah sejumlah tentara Thailand terluka parah akibat ledakan ranjau darat di wilayah perbatasan.

Insiden itu memicu kembali bentrokan bersenjata antara kedua negara.

Pemerintah Thailand melaporkan 21 prajurit Thailand dan satu warga sipil tewas dalam konflik yang masih berlangsung.

Selain itu, Thailand juga menyebut 33 warga sipil lainnya tewas akibat dampak tidak langsung dari situasi konflik di kawasan perbatasan.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyatakan 18 warga sipil Kamboja tewas dan 78 orang lainnya mengalami luka-luka akibat bentrokan di wilayah sengketa tersebut.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Thailand maupun Kamboja terkait tindak lanjut seruan Amerika Serikat dan agenda pertemuan ASEAN tersebut. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 02 Maret 2026 (12 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:15
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:15

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved