Berita Nasional
Jet Pribadi Angkut 6 WNI Alami Insiden di Bandara Jepang, Pesawat Keluar Landasan
Sebuah pesawat jet pribadi yang mengangkut enam Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan mengalami insiden di Bandara New Chitose, Sapporo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KECELAKAAN-PESAWAT-Pesawat-pribadi-dari-Indonesia-dengan-kode-VH-PFL.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Sebuah pesawat jet pribadi yang mengangkut enam Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan mengalami insiden di Bandara New Chitose, Sapporo, Hokkaido, Jepang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (12/12/2025) malam sekitar pukul 18.30 waktu setempat.
Pesawat dilaporkan keluar dari landasan pacu (runway excursion) saat berada di area bandara.
Setelah keluar jalur, jet pribadi tersebut berhenti di area bersalju dan sempat mengeluarkan asap, sehingga memicu respons cepat dari otoritas bandara dan petugas pemadam kebakaran.
Baca juga: BMKG Tetapkan Siklon Tropis Bakung, Sejumlah Wilayah Indonesia Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, otoritas Jepang memastikan tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.
Total terdapat sembilan orang di dalam pesawat, terdiri dari enam penumpang WNI dan tiga awak pesawat.
“Sekitar pukul 18.30 pada 12 Desember di Bandara New Chitose di Hokkaido, sebuah pesawat kecil memasuki landasan pacu dan berhenti di bagian salju, menyimpang berada di sebelah landasan pacu kemarin malam,” ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (13/12/2025).
Tidak Ada Kerusakan Serius
Pihak pemadam kebakaran dan otoritas bandara langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi pesawat.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak terdapat kerusakan berarti, termasuk tidak ditemukan kebocoran bahan bakar yang dapat membahayakan keselamatan.
Sejumlah truk pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi sebagai langkah antisipasi, meskipun situasi berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat.
Pesawat diketahui merupakan jet pribadi asal Singapura yang diduga berangkat dari Indonesia sebelum mengalami insiden di Bandara New Chitose.
Landasan Ditutup, Puluhan Penerbangan Dibatalkan
Akibat kejadian tersebut, landasan pacu B Bandara New Chitose ditutup sementara mulai sekitar pukul 19.30 waktu setempat.
Penutupan ini dilakukan demi keselamatan penerbangan lain dan proses pemeriksaan lanjutan di lokasi kejadian.
Selain faktor kecelakaan pesawat, salju tebal yang menyelimuti area bandara juga memperburuk kondisi operasional.
Bandara New Chitose dilaporkan membatalkan sedikitnya 92 penerbangan, baik domestik maupun internasional.
Manajemen Bandara Hokkaido bersama otoritas terkait terus melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan keamanan fasilitas dan kesiapan landasan pacu sebelum kembali digunakan.
Profil Jet Pribadi yang Terlibat
Pesawat yang terlibat dalam insiden ini diketahui memiliki registrasi VH-PFL, sebuah Gulfstream G550 (GV-SP) yang tergolong sebagai pesawat jet pribadi.
Pesawat tersebut dioperasikan oleh Pacific Flight Services Pty Ltd, sebuah perusahaan layanan penerbangan dan aviasi.
Perusahaan ini merupakan bagian dari ST Engineering (Singapore) yang bergerak di sektor kedirgantaraan dan layanan penerbangan.
Baca juga: GEMPA TERKINI! Sumatera Selatan Diguncang Gempa di Kedalaman 10 Km
ST Engineering sendiri merupakan perusahaan besar dengan Temasek Holdings sebagai pemegang saham terbesar, menguasai sekitar 50,9 persen saham.
Selain itu, perusahaan juga didukung investor global seperti BlackRock, Inc. dan The Vanguard Group, Inc., serta investor ritel dari berbagai negara.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Hingga saat ini, otoritas penerbangan Jepang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti pesawat keluar dari landasan pacu.
Faktor kondisi cuaca ekstrem dan salju tebal diduga menjadi salah satu pemicu, namun belum ada pernyataan resmi terkait kesimpulan akhir.
Pihak berwenang memastikan seluruh penumpang dan awak pesawat berada dalam kondisi aman, sementara koordinasi dengan otoritas penerbangan dan pihak maskapai terus dilakukan. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.