Gempa Bumi Dirasakan
Gempa Bumi Dirasakan Terjadi Rabu Sore 10 Desember 2025, BMKG Catat Kedalaman Hanya 24 Km
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa berkekuatan Magnitudo 4,6 terjadi pada Selasa, 10 Desember
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/INFOGRAFIS-Gempa-Magnitudo-46-Guncang-Barat-Daya-Sabang.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Guncangan gempa bumi kembali terasa di wilayah barat laut Sumatra.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa berkekuatan Magnitudo 4,6 terjadi pada Selasa, 10 Desember 2025 pukul 14.43 WIB, dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 94 kilometer barat daya Kota Sabang.
Gempa ini dirasakan cukup kuat oleh warga di sejumlah daerah, termasuk Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, dan Pidie.
Baca juga: Pemerintah Batasi Bansos 5 Tahun, Ratusan Keluarga Resmi Mandiri
Berdasarkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity), getaran dirasakan pada level III–IV di Banda Aceh dan Aceh Besar, III di Sabang, serta II–III di Pidie.
Guncangan Terasa di Permukiman, Warga Sempat Panik
Warga Banda Aceh melaporkan sempat merasakan guncangan selama beberapa detik yang membuat benda-benda ringan bergoyang dan sebagian warga keluar rumah.
Di Aceh Besar, getaran juga dirasakan di beberapa kecamatan pesisir, meski tidak menimbulkan kerusakan.
BMKG menyebut gempa ini berasal dari kedalaman 24 kilometer, dan meski tergolong dangkal, tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Namun, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
BMKG: Gempa Dirasakan, Informasi Diteruskan ke Masyarakat
Dalam rilis resmi yang dikirim lima menit setelah kejadian, BMKG menyatakan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori “dirasakan” dan informasi telah diteruskan kepada masyarakat melalui kanal resmi.
BMKG juga merilis peta guncangan (ShakeMap) yang menunjukkan intensitas gempa di wilayah sekitar episentrum.
Warna kuning dan hijau mendominasi peta, menandakan guncangan ringan hingga sedang di wilayah daratan Aceh.
Tidak Ada Laporan Kerusakan, Aktivitas Warga Kembali Normal
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa.
Aktivitas warga di Banda Aceh dan Sabang dilaporkan kembali normal, meski sebagian masih memilih berada di luar ruangan untuk berjaga-jaga.
BMKG mengingatkan bahwa gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak bisa diprediksi secara pasti, sehingga penting bagi masyarakat untuk mengenali potensi risiko dan memiliki rencana evakuasi mandiri. (*)