Piala Dunia 2026
Bukan Dua Babak Lagi! Pertandingan Piala Dunia 2026 Resmi Dipecah Jadi Empat Kuarter
Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi turnamen paling berbeda dalam sejarah sepak bola modern.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi turnamen paling berbeda dalam sejarah sepak bola modern.
FIFA resmi mengumumkan bahwa seluruh pertandingan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tidak lagi dimainkan dalam dua babak, melainkan empat kuarter, menandai perubahan besar setelah 155 tahun tradisi dua babak yang tak pernah berubah.
Kebijakan ini diterapkan seiring diperkenalkannya break hidrasi tiga menit yang akan berlangsung pada menit ke-22 di setiap babak.
Artinya, setiap pertandingan kini memiliki jeda tambahan sehingga secara praktis membagi permainan menjadi empat bagian.
Baca juga: Harga Samsung Galaxy A07 Desember 2025: Tetap di Kelas Rp1 Jutaan dengan Fitur Unggulan Layar 90 Hz
FIFA menyebut aturan baru ini diberlakukan untuk “mengutamakan keselamatan dan kesehatan pemain”, terutama karena Piala Dunia 2026 diprediksi berlangsung dalam suhu panas ekstrem.
Langkah ini berlaku di seluruh pertandingan, tanpa memandang kondisi cuaca di stadion.
FIFA menilai bahwa penerapan seragam akan memastikan semua tim memiliki kondisi bertanding yang setara, baik laga digelar di siang hari yang terik maupun malam hari yang lebih sejuk.
Meski alasan resminya adalah perlindungan pemain, keputusan ini memicu sorotan karena dapat membuka peluang baru bagi stasiun TV untuk menyisipkan iklan selama jeda tambahan.
Wasit akan menghentikan pertandingan secara terjadwal, sehingga slot iklan dapat diatur dengan rapi oleh pihak penyiar.
Spekulasi pun berkembang bahwa FIFA dapat menghasilkan pemasukan siaran yang lebih besar melalui format baru ini.
Perubahan drastis ini juga muncul setelah sejumlah laporan memperingatkan risiko panas ekstrem di banyak lokasi pertandingan.
Laporan Pitches in Peril menyebut 10 dari 16 stadion Piala Dunia 2026 berada pada risiko sangat tinggi mengalami heat stress, sementara turnamen sebelumnya seperti Piala Dunia Antarklub 2025 juga mencatat keluhan pemain yang merasa pusing dan tidak nyaman akibat suhu panas.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, bahkan mengungkapkan rencana untuk menjaga pemain cadangannya tetap di ruang ganti selama pertandingan demi menghindari paparan panas yang berlebihan.
Sementara itu, FIFA menyatakan bahwa break hidrasi ini merupakan penyempurnaan dari cooling break yang sebelumnya hanya diberlakukan jika suhu melebihi 32 derajat Celsius.
Menariknya, upaya memecah pertandingan menjadi kuarter sebenarnya pernah dicoba saat Piala Dunia 1994 di AS, namun ditolak FIFA. Kini, 32 tahun kemudian, ide itu justru menjadi kenyataan di panggung terbesar sepak bola dunia.
Dengan format empat kuarter yang menyerupai American Football, Piala Dunia 2026 dipastikan akan membawa nuansa baru yang belum pernah dialami pemain maupun penonton.
Perubahan besar ini menandai babak baru dalam evolusi sepak bola, sebuah eksperimen yang bisa menjadi standar baru atau sekadar kontroversi terbesar dalam sejarah turnamen. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PIALA-DUNIA-Sepak-bola-ganti-aturan.jpg)