Gempa Bumi

Gempa Bumi 5,3 Dirasakan di Manado, Minahasa hingga Ternate, Ini Pusatnya!

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah perairan Halmahera Barat pada Jumat, 6 Desember 2025 pukul 07.44.34

Editor: Wawan Akuba
BMKG
GEMPA BUMI DIRASAKAN -- Info gempa bumi dirasakan pagi ini Sabtu 06 Desember 2025. 

TRIBUNGORONTALO.COM — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah perairan Halmahera Barat pada Jumat, 6 Desember 2025 pukul 07.44.34 WIB atau 08.44.34 WIT.

Getaran gempa dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, antara lain Manado, Minahasa, dan Ternate.

Berdasarkan informasi resmi BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 1,69° Lintang Utara (LU) – 127,24° Bujur Timur (BT).\

Gempa ini terjadi tepatnya di laut, sekitar 54 kilometer barat laut Halmahera Barat dengan kedalaman 99 kilometer.

Baca juga: Terkini! Gempa Bumi Sabtu Pagi 06 Desember 2025 dengan Magnitudo 5.0 di Kedalaman 80 Km

BMKG menyebutkan data ini sebagai laporan gempa dirasakan dan disebarluaskan sebagai peringatan dini kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Gempa Menengah Berkedalaman 99 Km, Getaran Menyebar Luas
Dengan kedalaman 99 km, gempa ini tergolong gempa menengah (intermediate earthquake). Karakteristik gempa dengan kedalaman seperti ini umumnya:

Tidak menimbulkan kerusakan berat di permukaan

Namun getarannya dapat menjalar lebih luas

Sehingga bisa dirasakan di beberapa wilayah sekaligus, meskipun pusatnya jauh di laut

Itulah sebabnya gempa ini terasa hingga daratan Sulawesi Utara (Manado, Minahasa) dan wilayah Ternate di Maluku Utara, meskipun pusat gempa berada di laut sekitar Halmahera Barat.

Untuk skala guncangan, BMKG mencatat intensitasnya berada pada skala II MMI (Modified Mercalli Intensity) di sejumlah daerah, artinya:

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, namun belum berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan.

Halmahera Termasuk Zona Tumbukan Lempeng Aktif

Wilayah Halmahera memang dikenal sebagai salah satu zona paling aktif secara tektonik di Indonesia.

Kawasan ini berada di Molucca Sea Collision Zone, yakni zona tumbukan yang melibatkan:

Lempeng Laut Maluku

Lempeng Halmahera

Lempeng Filipina

Uniknya, di wilayah ini terjadi subduksi ganda (double subduction), di mana lempeng samudra “ditelan” dari dua arah yang berlawanan secara bersamaan, membentuk kondisi geologi yang sangat kompleks.

Akibat pertemuan dan tekanan antar lempeng ini, terjadi:

Akumulasi energi besar di dalam kerak bumi

Aktivitas sesar-sesar aktif di darat dan laut

Pelepasan energi dalam bentuk gempa bumi

Itulah yang membuat wilayah Halmahera, Laut Maluku, Ternate hingga Sulawesi Utara termasuk daerah sangat rawan gempa.

Magnitudo 5,3 & Potensi Dampak

Gempa bermagnitudo 5,3 dikategorikan sebagai gempa menengah. Jika terjadi di kedalaman dangkal, gempa sebesar ini berpotensi:

Merusak bangunan tua atau rapuh

Menyebabkan retakan ringan

Menggugurkan benda-benda dari tempat tinggi

Namun karena gempa ini memiliki kedalaman 99 km, maka energi yang sampai ke permukaan sudah melemah, sehingga:

Potensi kerusakan berat relatif kecil

Tapi getaran bisa dirasakan di area yang lebih luas

Lebih terasa di gedung bertingkat atau wilayah dengan tanah lunak

BMKG juga menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, karena:

Tidak terjadi pergeseran vertikal dasar laut yang signifikan
Magnitudo masih di bawah ambang kritis pembangkit tsunami besar

Imbauan BMKG & Tips Hadapi Gempa

Meski tidak berpotensi tsunami, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya terhadap kemungkinan gempa susulan.

Berikut langkah yang disarankan:

Jika gempa terjadi lagi, segera berlindung di bawah meja atau struktur kuat

Hindari jendela, lemari, dan benda gantung

Siapkan tas siaga bencana berisi: air, senter, obat, dokumen penting

Periksa struktur bangunan apabila muncul retakan

Tetap pantau informasi resmi melalui kanal BMKG

Gempa yang mengguncang Halmahera Barat ini menjadi pengingat bahwa Indonesia, khususnya wilayah Maluku Utara dan Sulawesi bagian utara, berada di jalur seismik aktif dunia.

Masyarakat diimbau untuk tidak panik, tetap tenang, serta terus memantau perkembangan informasi resmi dari BMKG terkait kemungkinan gempa susulan.

Kesiapan, pengetahuan mitigasi, dan kewaspadaan bersama menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko saat gempa bumi terjadi.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Februari 2026 (1 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:05
‘Ashr 15:22
Maghrib 18:08
‘Isya’ 19:17
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved