Kisruh Tumbler KRL Ditutup Damai, Isu Pemecatan Petugas Ternyata Salah
Polemik soal hilangnya tumbler biru di KRL yang sempat meramaikan media sosial akhirnya menemui ujungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TUMBLER-Hasil-mediasi-kisruh-tumbler-hilang-di-kereta-api.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Polemik soal hilangnya tumbler biru di KRL yang sempat meramaikan media sosial akhirnya menemui ujungnya.
Setelah beberapa hari menjadi sorotan dan memicu isu pemecatan petugas, PT KAI memastikan persoalan itu kini selesai lewat pertemuan kekeluargaan antara para pihak.
Yang menarik, penegasan soal tidak adanya pemecatan justru menjadi poin yang paling ditunggu publik.
Ramai warganet bersuara setelah petugas passenger service bernama Argi sempat mengunggah keluhan di Threads hingga memunculkan dugaan ia diberhentikan.
KAI kemudian tampil menjernihkan keadaan: Argi masih bekerja, masih bertugas, dan statusnya tidak berubah.
Mediasi Jadi Titik Balik
Pertemuan antara Argi dan pemilik tumbler, Anita serta suaminya Alvin, berlangsung pada Jumat (28/11/2025).
Pertemuan itu difasilitasi langsung PT KAI.
Tidak ada ketegangan, hanya penjelasan dan klarifikasi yang akhirnya membawa ketiganya pada kesepakatan damai.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebut pertemuan tersebut menjadi jalan keluar terbaik. Dari pertemuan itu, seluruh pihak sepakat mengakhiri kisruh tanpa memperpanjang persoalan.
Petugas Tetap Bekerja, KAI Minta Maaf Soal Layanan
KAI menegaskan, kabar mengenai pemecatan Argi tidak pernah terjadi.
Ia masih tercatat sebagai pegawai KAI Group, bahkan tetap bertugas sebagai garda depan layanan commuter.
Pernyataan ini juga diperkuat oleh Anne Purba selaku VP Corporate Communications KAI yang memastikan rumor pemecatan adalah informasi yang keliru.
Sementara itu, KAI mengakui adanya celah pada prosedur penanganan barang tertinggal.