Hiu Paus Gorontalo
Souvenir Unik Buatan Salim Latif, Warga Botubarani yang Jadi Incaran Wisatawan
Salim Latif, warga Desa Botubarani Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo memanfaatkan waktu
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SOVENIR-Salim-Latif-warga-Desa-Botubarani-Kecamatan-Kabila.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Salim Latif, warga Desa Botubarani Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo memanfaatkan waktu luangnya dengan membuat dan menjual kerajinan tangan berupa gantungan kunci bertema hiu paus.
Selain membuat kerajinan, Salim juga merupakan salah satu pengelola kawasan wisata Hiu Paus Botubarani.
Dia biasa mengambil dokumentasi udara menggunakan drone saat wisatawan melihat hiu paus.
Namun sejak salah satu pembuat souvenir sebelumnya berhenti, ia mulai mencoba mengisi ruang tersebut.
Di sela-sela membuat gantungan kunci, Sabtu siang tadi (22/11/2025), Salim mengatakan usaha ini masih baru ia jalankan.
“Baru sebulan saya menggeluti usaha ini,” kata Salim singkat.
Bahan Baku Serbuk Kayu, Proses Dua Hari
Gantungan kunci buatan Salim menggunakan bahan serbuk kayu yang dicampur dengan lem khusus hingga menjadi adonan padat, lalu dibentuk menyerupai hiu paus.
Setelah terbentuk, benda tersebut dikeringkan satu hingga dua hari sebelum dicat dan dipasang ring gantungan kunci.
Menurut Salim, proses pembentukannya cepat, namun pengeringan membutuhkan waktu lebih lama.
“Kalau bikin cepat, tapi nunggu keringnya yang lama,” ucapnya.
Ia menyebut motif yang dibuat tidak hanya satu.
Selain model hiu paus standar, ada beberapa varian bentuk yang ia coba sesuaikan dengan permintaan wisatawan.
Hanya saja dia sendiri lebih banyak membuat gantungan kunci hiu paus.
Pada awal memulai usaha sekitar Oktober 2025, Salim mampu memproduksi 40 hingga 80 unit per hari saat fokus bekerja.
Namun saat ini jumlah produksi mengikuti jumlah wisatawan.
Dalam sehari, ia dapat menyelesaikan 20 hingga 30 unit jika situasi lokasi wisata tidak terlalu ramai.
“Kalau fokus bisa banyak, tapi kalau sambil jaga wisata ya kurang lebih begitu,” ujar dia.
Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai Rp25 ribu tergantung ukuran dan detail kerajinan tersebut.
Namun sebagian besar dijual dengan harga seragam agar mudah dibeli pengunjung.
Salim menjelaskan respons wisatawan cukup baik.
Setiap hari ada pengunjung yang membeli gantungan kunci sebagai oleh-oleh sebelum meninggalkan kawasan wisata.
“Lumayan, sehari bisa ada sepuluh pembeli,” jelasnya.
Ia mengaku tidak sedang mengejar persaingan dengan pedagang lain, melainkan mengisi peluang souvenir khas area wisata yang identik dengan kemunculan hiu paus.
Salim kini telah menjadi salah satu pelaku usaha mikro lokal di Botubarani yang memanfaatkan potensi wisata sebagai sumber pendapatan tambahan.
Dirinya berharap jika kawasan semakin ramai, produksinya bisa meningkat dan menjadi usaha tetap.
Sejauh ini objek Wisata Hiu Paus Botubarani Kabilabone menjadi wisata yang dikenal bukan hanya di Indonesia namun sampai di internasional.
Bahkan banyak turis manca negara datang ke wisata itu untuk melihat langsung hiu paus yang dikenal dengan nama Sherly.
Tentu dengan daya tarik hiu paus, perekonomian masyarakat sekitar pun mengalami peningkatan dari yang membawa perahu, kemudian videographer dan pemandu wisata. (*Jefri Potabuga)
| Hiu Paus Muncul Tiap Hari di Botubarani Gorontalo, Pengelola Wisata Malah Keluhkan Ini |
|
|---|
| 6 Hiu Paus Muncul di Botubarani, Cuaca Cerah Dukung Aktivitas Snorkeling |
|
|---|
| Wisata Hiu Paus Gorontalo Ramai Dikunjungi, Turis Jepang Snorkeling hingga Beri Makan Sherly |
|
|---|
| Rincian Harga Terbaru Wisata Hiu Paus Botubarani di Tahun 2026, Apa saja yang Berubah? |
|
|---|
| Hiu Paus Tak Pernah Absen Muncul di Botubarani Gorontalo, Wisatawan Dijamin Tak Kecewa |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.