Berita Nasional
Bukan Dijebak! Rizki ke Kamboja Jadi Scammer atas Kemauannya Sendiri dan Bohongi Orangtua
Polisi menyatakan Rizki Nurfadhilah bukan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/VIRAL-KORBAN-TPPO-Ternyata-pesepakbola-asal-Bandung-y.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Polisi menyatakan Rizki Nurfadhilah bukan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja.
Hasil pemeriksaan menyebutkan Rizki berangkat atas kemauannya sendiri.
Ia mendaftar bekerja di sebuah perusahaan di Kamboja sebagai scammer.
Bahkan, ia berbohong kepada orangtuanya dengan mengaku akan dikontrak menjadi pesepakbola di Medan.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan mengatakan Rizki mengakui telah memalsukan cerita kepada keluarga agar diperbolehkan berangkat.
“Rizki ini bukan korban TPPO. Rizki mengakui yang bersangkutan berbohong kepada orangtua, meminta izin untuk berangkat ke sepak bola di Medan. Tetapi sesungguhnya Rizki mendaftarkan ke perusahaan PT yang ada di Kamboja secara pribadi sebagai scammer. Tetapi yang bersangkutan mengaku sudah tidak betah bekerja di situ,” ujar Kombes Hendra, Kamis (20/11/2025).
Perihal klaim sebelumnya bahwa ia dianiaya selama bekerja, Rizki meralat pengakuannya.
Menurut keterangan yang dikumpulkan polisi dan pemeriksaan oleh KBRI, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada Rizki.
“Apa yang disampaikan adanya kekerasan, penyiksaan yang bersangkutan, setelah diperiksa secara fisik, Rizki mengakui itu tidak ada. Sudah diperiksa detail itu tidak ada (penyiksaan),” kata Kombes Hendra.
Saat ini Rizki berada di KBRI Kamboja dan dilaporkan dalam kondisi sehat.
Polda Jawa Barat menyatakan telah membagikan foto terbaru dan berkoordinasi dengan KBRI untuk memastikan keselamatan yang bersangkutan.
“Rizki sedang ada di KBRI dan dalam keadaan sehat, baik, wajahnya cerah. Kami selalu berkoordinasi dengan KBRI di sana untuk memastikan,” ujar Kombes Hendra.
Proses kepulangan sedang diurus oleh KBRI dan kepolisian setempat, termasuk administrasi dan surat perjalanan pengganti paspor.
Polda menyatakan akan membiayai kepulangan dan berkoordinasi dengan hubinter; rencana kepulangan disebut kemungkinan pada 22 November, namun masih menunggu proses administrasi.
“Masih perlu adanya surat, menunggu proses administrasi, surat perjalanan pengganti passport biar nanti dipulangkan ke Indonesia,” jelas Kombes Hendra.
Rizki juga menyampaikan klarifikasi melalui akun media sosialnya, menegaskan tidak dipaksa dan tidak mengalami kekerasan saat bekerja di Kamboja.
“Nama saya Rizki Nurfadhilah asal dari Bandung. Berangkat ke sini tidak ada pemaksaan apalagi kekerasan. Intinya saya pengin pulang ke sana karena saya tidak betah di sini,” tulis Rizki dalam klarifikasinya.
Polisi menilai motif Rizki memviralkan narasi sebagai korban TPPO adalah untuk menarik perhatian publik agar cepat dipulangkan.
“Sadar betul yang bersangkutan itu mendaftarkan ke PT dia menjadi scammer di Kamboja. Tapi karena keinginnannya dia tidak betah, akhirnya dia membuat status di media sosial, bahwa dia seakan-akan korban TPPO, ini untuk menarik perhatian publik,” ungkap Kombes Hendra.
Informasi ini disampaikan oleh Polda Jabar dan KBRI sebagaimana dikutip dari laporan Tribunnews.
Proses administrasi pemulangan masih berlangsung dan pihak kepolisian bersama KBRI terus memantau kondisi Rizki hingga kepulangan selesai.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.