Bansos 2025
Bansos BLT Tambahan Rp900 Ribu Cair Hari Ini! Ini Skema Penyalurannya dan Kelompok Penerima
BLT Kesejahteraan Rakyat Rp900 ribu mulai cair hari ini! Cek skema penyalurannya dan pastikan nama Anda termasuk penerima.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/bansos-2025-yang-mulai-cari.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kabar gembira bagi masyarakat berpenghasilan rendah!
Pemerintah resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat sebesar Rp900 ribu mulai hari ini.
Bantuan ini diberikan untuk periode Oktober hingga Desember 2025 sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Dilansir dari TribunMedan.com, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan distribusi dilakukan bertahap agar prosesnya lebih cepat dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang belum pernah mendapatkan bantuan sebelumnya.
Kelompok yang Berhak Menerima
Berdasarkan Data Sosial Ekonomi Nasional (DSEN), bantuan ini ditujukan untuk masyarakat yang termasuk dalam desil 1 hingga 4, yaitu kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Sebagai catatan, “desil” adalah pembagian 10 kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi, dari yang termiskin (desil 1) hingga yang paling sejahtera (desil 10).
Berikut kategorinya:
- Desil 1: Sangat miskin atau miskin ekstrem.
- Desil 2: Miskin.
- Desil 3: Hampir miskin.
- Desil 4: Pas-pasan atau rentan miskin.
Dengan demikian, penerima BLT Kesra adalah masyarakat berpenghasilan rendah dan rentan miskin yang membutuhkan dukungan langsung untuk mempertahankan daya beli menjelang akhir tahun.
Skema Penyaluran BLT Kesra
Penyaluran bantuan dilakukan melalui dua jalur utama:
- Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN, untuk sekitar 18,3 juta keluarga.
- PT Pos Indonesia, untuk 17,2 juta keluarga lainnya, yang akan mulai menerima bantuan pada Senin, 20 Oktober 2025.
Airlangga menjelaskan, distribusi dilakukan bertahap agar prosesnya lebih cepat dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang belum pernah mendapatkan bantuan sebelumnya.
Sumber Dana dari Realokasi APBN
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa dana Rp 30 triliun berasal dari realokasi dan efisiensi belanja pemerintah, tanpa menambah utang baru.
“Hasil efisiensi. Realokasi anggaran. Yang kuartal keempat Rp 16,2 triliun, ditambah Rp 30 triliun,”
ujarnya.
Langkah efisiensi ini dilakukan dengan memangkas belanja yang dianggap kurang produktif, lalu dialihkan ke program yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menambahkan bahwa pemerintah melakukan evaluasi akhir tahun untuk memastikan keuangan negara tetap sehat namun tetap mampu memberikan stimulus yang efektif.
“Termasuk juga pada saat akhir tahun kemudian kita evaluasi, ternyata kita memiliki kemampuan fiskal untuk merealokasi sehingga kita bisa membantu saudara-saudara kita di desil 1 dan desil 4,” jelasnya.
Dampak terhadap Ekonomi Nasional
Pemerintah berharap tambahan BLT ini bisa menjadi penyangga daya beli masyarakat, terutama menjelang akhir tahun ketika harga kebutuhan pokok cenderung meningkat.
Menurut perhitungan Kementerian Keuangan, suntikan Rp 30 triliun dapat meningkatkan aktivitas konsumsi rumah tangga dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional hingga mendekati 5,7 persen.
Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat menekan angka kemiskinan dan ketimpangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi di daerah. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.