Dikritik karena Terlalu Terbuka, Purbaya: Ya Masa Saya Diam Aja?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara soal kritik yang kerap mampir ke arahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MENKEU-Menteri-Keuangan-Purbaya-Yudhi-Sadewa.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara soal kritik yang kerap mampir ke arahnya.
Bukan karena kinerja yang buruk, melainkan karena keberaniannya bicara blak-blakan soal kebijakan lintas kementerian.
Dalam forum ekonomi bertajuk “Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran”, Kamis (16/10/2025), Purbaya tampil santai namun tegas.
Di hadapan para ekonom, pejabat, dan pelaku usaha, ia mengaku sering disindir karena dianggap terlalu vokal.
“Saya sudah dikritik banyak orang karena, jangan ngomentari menteri ini, menteri itu. Tapi saya gak ngomentarin. Sebetulnya saya jaga duit saya biar aman, sekaligus memastikan program ekonominya berjalan dengan baik,” ujarnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Purbaya menegaskan, tugasnya bukan sekadar mengatur anggaran, tapi juga memastikan uang negara benar-benar bekerja.
Ia tak ingin dana publik hanya jadi angka di atas kertas, apalagi kalau kebijakan antar kementerian tidak sinkron.
Bukan Intervensi, Tapi Tanggung Jawab
Purbaya menyadari bahwa gaya komunikasinya yang terbuka kadang membuatnya jadi sasaran tembak.
Tapi baginya, transparansi adalah bagian dari tanggung jawab fiskal.
“Saya bukan nyinyir. Saya cuma pastikan duit negara nggak salah arah,” katanya sambil tersenyum.
Ia menegaskan bahwa Kementerian Keuangan punya peran strategis dalam menjaga efektivitas kebijakan ekonomi nasional.
Maka wajar jika ia ikut bersuara ketika ada program yang berpotensi mengganggu stabilitas fiskal.
Target Ekonomi 5,5 persen dan Janji Hadiah dari Presiden
Tak hanya bicara soal kritik, Purbaya juga menyampaikan optimisme tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ia memperkirakan ekonomi bisa tumbuh hingga 5,5 % pada kuartal IV-2025.
“Kita semua bekerja keras agar ekonomi tumbuh lebih cepat dari 5 persen. Mungkin di kuartal IV bisa tumbuh 5,5 persen lebih,” ujarnya penuh keyakinan.
Menariknya, ia membocorkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menjanjikan hadiah jika target ambisius itu tercapai.
“Kalau lebih lagi, kata Presiden, saya dikasih hadiah. Hadiahnya apa, nanti saya kasih tahu. Kalau dapat 5,5 % –5,6 % ,” ucapnya sambil tertawa.
Candaan itu disambut tawa dan tepuk tangan peserta forum. Tapi di balik gurauan itu, tersimpan pesan serius: pertumbuhan ekonomi bukan sekadar angka, tapi hasil kerja keras lintas sektor.
Dengan gaya bicara yang tegas namun bersahaja, Purbaya menutup pernyataannya dengan pesan yang kuat: kritik adalah bagian dari proses, tapi menjaga uang negara tetap aman adalah prioritas utama.
Dan jika ekonomi benar-benar tumbuh seperti yang ia yakini, mungkin hadiah dari Presiden bukan cuma untuk dirinya, tapi juga untuk seluruh rakyat Indonesia. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.