Minggu, 29 Maret 2026

Menkeu Purbaya

Tegas Tolak Pendanaan Family Office, Menkeu Purbaya: “Anggaran Negara Bukan untuk Itu”

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengalokasikan anggaran negara untuk pembangunan

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Tegas Tolak Pendanaan Family Office, Menkeu Purbaya: “Anggaran Negara Bukan untuk Itu”
KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU
MENKEU PURBAYA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (11/9/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengalokasikan anggaran negara untuk pembangunan pusat keuangan atau pendirian family office.

Menurutnya, fokus fiskal pemerintah saat ini adalah mendukung program-program prioritas, bukan proyek yang belum jelas relevansinya terhadap sistem keuangan nasional.

“Saya sudah dengar lama itu, tetapi biar saja kalau Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bisa bangun sendiri, ya bangun saja sendiri. Saya anggarannya enggak akan alihkan ke sana,” ujar Purbaya, Senin (13/10/2025).

Purbaya juga mengaku belum memahami secara utuh konsep family office yang kerap disuarakan oleh Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan.

“Saya belum terlalu ngerti konsepnya, walaupun Pak Ketua DEN sering bicara, tapi saya belum pernah lihat apa sih konsepnya. Jadi, saya enggak bisa jawab,” lanjutnya.

Wacana pembentukan family office di Indonesia sempat menjadi bagian dari rencana regulasi era Presiden Joko Widodo.

DEN menilai family office penting untuk menarik modal asing dari kalangan orang kaya dunia dan bersaing dengan negara tetangga yang sudah memiliki regulasi serupa.

Salah satu lokasi yang diusulkan untuk pusat keuangan adalah Bali, yang disebut sebagai “work heaven” bagi investor global dan kandidat kuat untuk Indonesia Financial Centre (IFC).

Investor yang menanamkan modal di kawasan ekonomi khusus (KEK) pusat keuangan juga disebut berpeluang menjadi co-investor dua sovereign wealth fund (SWF) Indonesia: BPI Danantara dan INA.

Meski demikian, hingga kini rencana pembentukan KEK pusat keuangan masih tertunda.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved