Menkeu Purbaya
Menteri Keuangan Purbaya Buka Suara Kritik Pedas Dari Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan
Namun dalam hal ini, ia mengatakan apa yang disampaikan ke hadapan publik bukan merupakan kemauannya sendiri, namun atas perintah Presiden.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/iuran-bpjs.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara mengenai kritik pedas yang dilontarkan mantan Kepala Kantor Komunikasi Keprisidenan.
Dimana bahwasanya Hasan Nasbi menilai gaya komunikasinya terlalu nyetrum bahkan menyerang sesama pejabat lainnya.
Namun dalam hal ini, ia mengatakan apa yang disampaikan ke hadapan publik bukan merupakan kemauannya sendiri, namun atas perintah Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya menegaskan ia tak berani bicara sembarangan jika tanpa seizin Prabowo selaku atasannya.
Ia menekankan, dirinya sebagai Menkeu hanya merupakan perpanjangan tangan dari Presiden.
"Sepertinya saya koboi, tapi yang saya lakukan mengembalikan kepercayaan masyarakat ke pemerintah. Itu juga atas perintah Bapak Presiden, saya nggak berani gerak sendiri," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat, Senin (27/10/2025).
"Saya hanya perpanjangan tangan dari Bapak Presiden dengan versi yang lebih halus," lanjutnya sambil tersenyum.
Sejak menjabat sebagai Menkeu pada 8 September 2025, Purbaya menuturkan, ia selalu bekerja berdasarkan survei terhadap masyarakat.
Menurut survei Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Oktober 2025, sentimen masyarakat terhadap pemerintah dalam bidang ekonomi mengalami kenaikan.
Ia menyebut, selama periode Juli-September 2025, kepercayaan masyarakat kepada pemerintah mengalami penurunan sehingga menyebabkan aksi demo di sejumlah wilayah.
Namun, menurut Purbaya, berkat kebijakannya yang bagi sebagian orang berlebihan, sentimen masyarakat justru berubah baik.
"Saya selalu pakai survei ke masyarakat, apakah saya mengurangi kepercayaan masyarakat apa tidak. Survei bulan Oktober dari LPS, indeks kepercayaan masyarakat ke pemerintah, kalau jatuh buruk, kalau naik bagus," ungkapnya sembari menunjukkan grafik hasil survei.
"Juli, Agustus, September, turun terus ke titik terendah sini, ini terjadi banyaknya demo. Tapi, setelah kita lakukan kebijakan, mungkin yang untuk sebagian kalangan agak drastis, agak ceplas-ceplos, tapi ini berhasil mengembalikan sentimen kepercayaan masyarakat ke pemerintah."
"Jadi sudah stabil lagi, jadi stabilitas pemerintahan amat baik di mata masyarakat, kecuali di mata orang itu (Hasan Nasbi) ya," jelas Purbaya.
Purbaya melanjutkan, situasi ekonomi di Indonesia sangat memengaruhi sentimen masyarakat terhadap pemerintah.