Kamis, 19 Maret 2026

Berita Viral

Karena Viral dan Disukai Publik, Menkeu Purbaya Mendadak Kaget Ketika Ditanya Jadi Cawapres

Menkeu Purbaya tengah jadi sorotan, viral di media dan disukai publik dengan gaya koboi unik yang selalu menarik perhatian masyarakat luas.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Karena Viral dan Disukai Publik, Menkeu Purbaya Mendadak Kaget Ketika Ditanya Jadi Cawapres
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/Kompas.com
DISUKAI PUBLIK - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan keterangan pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/9/2025). Menkeu Purbaya tengah jadi sorotan, viral di media dan disukai publik dengan gaya koboi unik yang selalu menarik perhatian masyarakat luas. 

Mendengar pertanyaan mendadak itu, Menkeu Purbaya tampak terkejut. Ia pun memberikan respons spontan dan terkesan merendah.

"Ah, baru juga sebulan kerja gila, lu," jawab Purbaya sambil tertawa ringan.

Purbaya kemudian menjelaskan bahwa popularitas di mata masyarakat adalah hal yang fluktuatif, apalagi terkait kinerja ekonomi.

"Itu kan bisa berubah. Kalau ekonomi bagus, begitu (banyak diidolakan) turun, turun lagi. Ekonomi kan naik-turun, naik-turun. Jadi jangan cepat-cepat (mengambil kesimpulan). Dan gue enggak mikirin juga (menjadi cawapres)," tegasnya.

Saat didesak kembali oleh awak media untuk memastikan apakah dirinya sama sekali belum terpikir untuk terjun ke ranah politik, mantan bos Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menolak dengan tegas.

"Enggak, enggak mikir sama sekali," ujarnya.

Purbaya menekankan bahwa fokusnya saat ini adalah pekerjaan di Kementerian Keuangan. Ia merasa tugasnya masih jauh dari selesai dan baru menyentuh permukaan persoalan ekonomi.

"Kerja juga belum (seluruhnya). Ini kan baru cuman di permukaan saja. Yang di bawahnya belum kita sisir, kebetulan. Ini enggak ada pilihan sama sekali. Gue enggak peduli juga," tutup Purbaya.

Apa Saja Gebrakan Purbaya Selama Jabat Menkeu?

  • Salurkan Dana Rp200 Triliun ke Bank Himbara

Purbaya menyalurkan sekitar Rp200 triliun dari kas negara yang selama ini mengendap di rekening BI ke lima bank nasional, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Tabungan Negara (BTN).

Dari total dana Rp 200 triliun, Bank Mandiri, BRI dan BNI mendapat alokasi terbesar, masing-masing Rp 55 triliun. Sementara BTN dicairkan Rp 25 triliun, dan BSI Rp 10 triliun.

Tujuan dana tersebut disalurkan untuk mendukung ketersediaan likuiditas guna mendorong peningkatan penyaluran kredit sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dana Rp 200 triliun akan ditempatkan dalam bentuk rekening pemerintah. Purbaya yakin dana itu tidak akan dibiarkan mengendap karena ada biaya (cost) dari penempatan dana tersebut sehingga bank akan terdorong untuk mencari imbal hasil lebih tinggi.

  • Pastikan Cukai Rokok Tak Naik 2026

Purbaya juga memastikan tidak ada kenaikan tarif cukai rokok pada 2026 mendatang.

Pihaknya, kata Purbaya, tengah menyiapkan sistem khusus industri hasil tembakau (IHT) dengan konsep sentralisasi dengan melibatkan pelaku industri kecil hingga besar.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Maret 2026 (29 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 15:00
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved