Berita Nasional
Baru Pulang dari Malaysia, Pria Gowa Tega Habisi Istri dan Serang Mertua
Seorang pria berinisial AM (45) mengakhiri hidupnya setelah terlebih dahulu menghabisi nyawa sang istri, SY (36)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kantor-Satpol-PP-Kota-Gorontalo-terpasang-garis-polisi-Jumat-2572025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Seorang pria berinisial AM (45) mengakhiri hidupnya setelah terlebih dahulu menghabisi nyawa sang istri, SY (36), dan menyerang anggota keluarga lainnya.
Peristiwa ini terjadi di Dusun Bonomarannu, Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Insiden tragis ini terjadi pada Kamis (2/10/2025). AM menggunakan sebilah badik untuk menikam istrinya di kamar rumah mereka.
Jeritan korban memicu kerabat masuk ke dalam, hanya untuk menemukan SY bersimbah darah dengan sebelas luka tusukan, termasuk di bagian leher dan dada.
“Ada sebelas luka pada tubuh korban, salah satunya luka terbuka di bagian leher,” ungkap AKP Bachtiar Nambung, Kasat Reskrim Polres Gowa, dikutip dari TribunTimur.com..
Usai membunuh istrinya, AM sempat menyerang kakak ipar dan mertuanya sebelum melarikan diri ke kebun coklat sejauh 800 meter dari rumah.
Warga dan aparat segera melakukan pencarian.
AM ditemukan dalam kondisi kritis, dengan luka tusukan di pinggang kiri dan kanan.
Dugaan awal, ia mencoba mengakhiri hidupnya sendiri karena penyesalan mendalam atas perbuatannya.
Setelah dievakuasi ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Syekh Yusuf Gowa, AM dinyatakan meninggal dunia pada pukul 20.00 WITA.
Polisi mengamankan badik yang digunakan sebagai barang bukti.
Keluarga menyebut AM baru seminggu pulang dari Malaysia, tempat ia bekerja sebagai TKI di perkebunan sawit.
Menurut adiknya, Amir (33), AM sempat menunjukkan tanda-tanda depresi dan gangguan ingatan.
“Di rumah sakit, dia mengaku menusuk dirinya sendiri karena menyesal telah membunuh istrinya,” kata Amir.
Polisi menduga peristiwa ini berkaitan dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif pasti dan memastikan kepastian hukum.
“Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban dan pelaku,” tegas AKP Bachtiar. (*)
| Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika Dikritik Dewan Pers, Dinilai Bertentangan dengan UU Pers |
|
|---|
| Vlog di Rumah Duka Vidi Aldiano Tuai Kritik, Sule Akhirnya Minta Maaf dan Hapus Videonya |
|
|---|
| Ada 4 Simulator Berkuda di Markas Polisi Satwa Depok, Harga per Unit Rp1 Miliar |
|
|---|
| 252 Dapur MBG Ditutup Sementara Gara-gara Belum Penuhi Standar Sanitasi dalam 30 Hari |
|
|---|
| Nama Komisioner Ombudsman Muncul dalam Pengusutan Kasus Minyak Goreng |
|
|---|