Berita Internasional
Badai Bualoi Tewaskan 11 Orang di Vietnam, 30.000 Warga Dievakuasi
Topan Bualoi menerjang Vietnam dengan kekuatan dahsyat, menewaskan sedikitnya 11 orang dan merusak ratusan rumah di wilayah tengah da
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TOPAN-Perkiraan-lintasan-Topan-Bualoi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Topan Bualoi menerjang Vietnam dengan kekuatan dahsyat, menewaskan sedikitnya 11 orang dan merusak ratusan rumah di wilayah tengah dan utara negara tersebut.
Puluhan lainnya dilaporkan hilang atau terluka setelah badai mendarat pada Minggu malam, menyebabkan banjir besar, jembatan hanyut, dan atap rumah beterbangan sebelum melemah dan bergerak ke Laos.
Bualoi membawa angin hingga 117 km/jam saat menghantam Vietnam, sebelum melemah menjadi 74 km/jam saat memasuki Laos, menurut badan cuaca Vietnam yang dikutip Reuters.
Tim penyelamat kini tengah mencari 17 nelayan yang hilang setelah kapal mereka dihantam gelombang besar. Sekitar 30.000 warga telah dievakuasi sebagai langkah antisipasi.
“Saya tidak tidur semalaman, takut pintu rumah tercabut angin,” ujar seorang warga Nghe An kepada Reuters.
Provinsi Ha Tinh mengalami pemadaman listrik akibat tiang-tiang listrik tumbang. Hujan deras juga merendam lahan pertanian dan mengancam ketahanan pangan lokal.
Puluhan penerbangan dibatalkan atau tertunda selama akhir pekan.
Curah hujan diperkirakan mencapai 200–350 mm di Vietnam utara antara Minggu hingga Selasa, bahkan bisa mencapai 500 mm di beberapa wilayah.
Perdana Menteri Phan Minh Chinh telah mengeluarkan instruksi darurat untuk mempercepat upaya penyelamatan dan bantuan kemanusiaan.
Sebelumnya, Bualoi telah menewaskan lebih dari 20 orang di Filipina sejak Jumat. Ini menjadi badai terbaru yang melanda Asia Tenggara setelah Super Typhoon Ragasa, badai terkuat tahun 2025, menewaskan sedikitnya 28 orang di Filipina utara dan Taiwan, sebelum mendarat di Hong Kong dan China.
Ragasa juga menyebabkan evakuasi hampir dua juta orang di China selatan dan menimbulkan banjir serta tanah longsor. Di Taiwan, 14 orang tewas setelah danau bendungan meluap.
Para ahli menyebut perubahan iklim sebagai pemicu meningkatnya frekuensi dan intensitas badai di kawasan ini. (*)