Reshuffle Kabinet
Rocky Gerung Sorot Reshuffle Prabowo: Angkat Qodari, Publik Curiga Arah Tiga Periode
Rocky Gerung menyorot soal keputusan Prabowo mengangkat Muhammad Qodari menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Anto Mukti Putranto
TRIBUNGORONTALO.COM -- Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk menunjuk Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menuai sorotan tajam dari berbagai pihak.
Salah satunya datang dari pengamat politik Rocky Gerung, yang menyebut langkah ini bisa memunculkan kembali kecurigaan publik terhadap ambisi kekuasaan tiga periode.
Dalam pernyataannya yang diunggah melalui kanal YouTube Rocky Gerung Official, Rocky menilai penunjukan Qodari sebagai sinyal kuat bahwa Presiden Prabowo tidak peka terhadap semangat reformasi dan tuntutan masyarakat yang menginginkan pemerintahan bersih dari figur-figur pro status quo.
Termasuk sorotan itu datang dari pengamat politik Rocky Gerung.
Satu di antaranya, Rocky Gerung menyorot soal keputusan Prabowo mengangkat Muhammad Qodari menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Anto Mukti Putranto.
Sebab M Qodari merupakan salah satu penggagas Jokowi tiga periode.
Menurut Rocky Gerung hal itu membuat publik kecewa dan menganggap Prabowo tengah bersiap untuk tiga periode.
Selain itu kata Rocky, hal itu membuat publik menganggap kalau Prabowo tidak peka dengan tuntutan reformasi.
Baca juga: 3 Populer Gorontalo Jumat 19 Sept 2025: Habib Jafar ke Hiu Paus hingga Viral Pelayanan Puskesmas
Baca juga: UNG Rayakan Maulid Nabi 1447 H, Rektor Ajak Civitas Akademika Meneladani Akhlak Rasulullah SAW
"Presiden tidak peka dengan tuntutan anak-anak muda kemarin tu, yaitu bersihkan kabinet dari kelompok yang tidak punya pikiran demokratis," katanya dikutip dari Youtube Rocky Gerung Official, Kamis (18/9/2025).
Tetapi dalam kedudukan M Qodari saat ini, kata dia, publik jadi beranggapan bahwa Presiden Prabowo menyetujui sifat manipulatif dari apa yang dilakukan oleh Qodari dengan menyorongkan ide tiga periode.
"Kemudian orang anggap kalau begitu Presiden Prabowo juga bersiap-siap untuk jadi tiga periode dong. Kira-kira begitu jalan pikirannya," ungkap Rocky.
Rocky juga mengatakan, ada etos di dalam demokrasi yang tidak dipahami oleh Prabowo bahwa orang seperti M Qodari harusnya tidak boleh ada di dalam kabinet yang bersifat ingin memajukan demokrasi.
"Kenapa? Karena pikiran Qodari konservatif, tidak progresif. Konservatif artinya ingin kekuasaan itu tidak berubah," katanya.
Sebab menurut Rocky Gerung, isu tiga periode itu dihembuskan dari kelompoknya M Qodari.
Ia pun kini menilai kalau Prabowo ternyata tidak memperhatikan etis dan etos tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/090122-Rocky-Gerung.jpg)