Sains dan Teknologi

Australia Umumkan Target Pemangkasan Emisi 62-70 Persen, Dikecam Tak Cukup Ambisius

Pemerintah Australia resmi menetapkan target pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 62-70 persen dalam satu dekade ke depan.

Editor: Wawan Akuba
AI-generated
ILUSTRASI -- Potret pemutihan karang di lautan. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Pemerintah Australia resmi menetapkan target pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 62-70 persen dalam satu dekade ke depan.

Angka ini dinilai sebagai salah satu transisi energi paling tajam dalam sejarah negeri itu, meski masih di bawah rekomendasi para ahli.

Pengumuman tersebut disampaikan menjelang tenggat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bagi negara-negara untuk menyerahkan pembaruan rencana iklim nasional (Nationally Determined Contributions/NDC) sebelum KTT Iklim Cop30 di Brasil pada November mendatang.

Menteri Perubahan Iklim dan Energi Australia Chris Bowen menegaskan target ini sudah berada pada batas maksimal yang realistis.

“Target harus ambisius sekaligus bisa dicapai. Target di atas 70 persen tidak realistis, dan itu sudah jelas dari hasil kajian,” kata Bowen dalam konferensi pers, Kamis (18/9/2025).

Perdana Menteri (PM), Anthony Albanese turut mengumumkan pendanaan A$5 miliar untuk membantu fasilitas industri melakukan dekarbonisasi, serta tambahan A$2 miliar bagi Clean Energy Finance Corporation guna mendukung proyek energi terbarukan.

“Komitmen kami penting, bukan hanya bagi ekonomi Australia, tetapi juga untuk generasi mendatang dan negara-negara tetangga di kawasan,” ujar Albanese.

Meski demikian, target tersebut menuai kritik dari kelompok lingkungan hidup.

Mereka menilai pemerintah seharusnya mengikuti rekomendasi Climate Change Authority yang menyarankan pemangkasan 65-75 persen, agar masyarakat tidak semakin rentan terhadap gelombang panas, kekeringan, dan banjir.

Laporan risiko iklim nasional pertama Australia yang dirilis pekan ini memperingatkan bahwa 1,5 juta penduduk pesisir berpotensi terdampak kenaikan permukaan laut pada 2050, sementara angka kematian akibat panas ekstrem di Sydney bisa melonjak hingga 440 persen dalam skenario terburuk.

Sebagai perbandingan, Inggris saat ini memegang rekor target paling ambisius di antara ekonomi besar dunia, yakni memangkas emisi hingga 78 persen dari level 2005.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Februari 2026 (1 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:05
‘Ashr 15:22
Maghrib 18:08
‘Isya’ 19:17
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved