Reshuffle Kabinet
4 Calon Nama Terkuat jadi Ketua PSSI Gantikan Erick Thohir jika Mundur Usai Jadi Menpora
Intervensi pemerintah dalam urusan federasi sepak bola nasional adalah isu sensitif yang berpotensi menimbulkan sanksi internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Reshuffle-Kabinet-Presiden-prabowo-Subianto.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Pelantikan Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) mengguncang dunia olahraga nasional, khususnya sepak bola. Pasalnya, jabatan barunya menimbulkan pertanyaan besar masih layakkah Erick menjabat sebagai Ketua Umum PSSI sekaligus Menpora?
Meskipun secara hukum nasional tidak ada larangan rangkap jabatan, FIFA sebagai otoritas tertinggi sepak bola dunia memiliki pandangan berbeda.
Intervensi pemerintah dalam urusan federasi sepak bola nasional adalah isu sensitif yang berpotensi menimbulkan sanksi internasional.
Setelah resmi menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada Rabu (17/9/2025), posisi Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI periode 2023–2027 mulai dipertanyakan.
Meski tidak ada larangan rangkap jabatan dalam Statuta PSSI, keputusan akhir tetap berada di tangan FIFA, yang berwenang menilai potensi intervensi pemerintah dalam federasi sepak bola nasional.
Baca juga: Mengejutkan! Prabowo Copot Wamenhut Sulaiman Umar Shiddiq di Tengah Isu Menhut Main Domino
Baca juga: Bansos BPNT dan PKH Tahap 3 Cair Bertahap, Ini Panduan Mudah Cek Penerima di September 2025
Dikutip dari berbagai sumber, PSSI adalah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, sebuah organisasi yang bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan sepak bola di Indonesia, termasuk menyelenggarakan kompetisi nasional, membentuk tim nasional (Timnas), serta menyusun dan menegakkan peraturan sepak bola sesuai dengan standar FIFA dan AFC.
Tugas PSSI adalah mengatur, mengembangkan, dan mengawasi seluruh aspek sepak bola di Indonesia, termasuk menyelenggarakan kompetisi, membina tim nasional, dan memastikan integritas serta menjalin hubungan internasional terkait sepak bola.
Selain itu, PSSI juga bertanggung jawab untuk menyusun dan menegakkan peraturan, mempromosikan olahraga sepak bola, serta melindungi kepentingan anggotanya sesuai dengan statuta dan peraturan FIFA serta AFC.
Soal hal ini, Erick Thohir menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada FIFA.
"Nanti ada prosesnya di FIFA. FIFA sebagai badan olahraga (sepakbola-red) tertinggi di dunia mereka akan menentukan," kata Erick Thohir di Istana selepas pelantikan tersebut.
"FIFA yang ngatur nanti semua, nanti biar FIFA yang bersurat. Semua aturan dari FIFA," sambungnya, seperti dilansir Tribunnews.com dengan judul 4 Sosok Potensial Calon Ketua PSSI Jika Erick Thohir Lepas Jabatan Usai Dilantik Jadi Menpora.
Nama yang Menguat Jadi Ketua PSSI Baru
Meski belum ada keputusan resmi soal pengunduran dirinya, spekulasi pengganti mulai menguat.
Empat nama mencuat sebagai kandidat potensial: Ratu Tisha Destria, Zainudin Amali, Yunus Nusi, dan Dito Ariotedjo.
Figur-figur yang dinilai punya rekam jejak kuat di sepak bola nasional dan jejaring politik yang relevan.
Kandidat Pengganti Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI
Ratu Tisha Destria
Wakil Ketua Umum PSSI saat ini
Mantan Sekjen PSSI dan aktif di forum AFC
Dipandang sebagai teknokrat muda dengan jaringan internasional kuat
Zainudin Amali
Wakil Ketua Umum PSSI dan mantan Menpora (2019–2023)
Berpengalaman di birokrasi olahraga dan punya dukungan politik luas
Figur kompromi yang diterima berbagai kalangan
Yunus Nusi
Sekjen PSSI dan eks Ketua Asprov Kalimantan Timur
Dikenal dekat dengan klub dan Asprov, punya pengalaman organisasi panjang
Sosok internal yang memahami dinamika federasi
Baca juga: Djamari Jadi Menko, Agum Gumelar Terima Penghargaan, Lantas Nasib 2 Jenderal di Pecat Prabowo?
Dito Ariotedjo
Mantan Menpora dan tokoh muda dengan jejaring politik
Dekat dengan Erick Thohir dan punya citra segar di dunia olahraga
Masuk radar sebagai figur transisi jika dibutuhkan
Keputusan akhir tetap menunggu sikap resmi FIFA, karena rangkap jabatan antara Menpora dan Ketum PSSI bisa menimbulkan konflik kepentingan.
Untuk diketahui, Erick Thohir resmi menjabat sebagai Ketua Umum PSSI sejak Februari 2023.
Ia terpilih melalui Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada 16 Februari 2023.
Erick meraih 64 dari total 86 suara, mengalahkan pesaing terdekatnya, La Nyalla Mattalitti, yang memperoleh 22 suara.
Masa jabatan Erick sebagai Ketum PSSI berlangsung hingga 2027.
Di bawah kepemimpinannya, PSSI mulai menjalankan reformasi tata kelola, memperkuat diplomasi internasional, dan mendorong naturalisasi pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Berikut adalah daftar prestasi menonjol Erick Thohir selama menjabat sebagai Ketua Umum PSSI sejak Februari 2023, berdasarkan capaian faktual dan aktual hingga September 2025:
Prestasi Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI (2023–2025)
Prestasi Tim Nasional
Timnas Senior lolos ke Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia
Timnas U-17 lolos ke Piala Dunia U-17 2025 di Qatar
Timnas Indonesia lolos ke 16 besar Piala Asia untuk pertama kalinya
Timnas Putri Indonesia tembus level Asia
Erick Thohir membawa pendekatan manajerial dan diplomatik yang kuat, menjadikan PSSI lebih modern dan kompetitif di level Asia.
Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.