Reshuffle Kabinet
Isu Reshuffle Mencuat, Prabowo Dikabarkan Siap Tunjuk Djamari Chaniago Jadi Menko Polkam
Nama Djamari Chaniago mencuat sebagai kandidat kuat setelah sebelumnya muncul spekulasi bahwa Mahfud MD akan kembali dipercaya mengisi posisi tersebut
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-Foto-Presiden-RI-Probowo-Subianto-dan-Djamari-Chaniago-xc.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Isu perombakan kabinet kembali mencuat. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan menunjuk Letnan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) dalam reshuffle yang disebut-sebut akan berlangsung Rabu, 17 September 2025.
Kursi Menko Polkam diketahui masih kosong usai pencopotan Budi Gunawan pada Senin (8/9/2025).
Untuk sementara, posisi strategis itu dijalankan secara ad interim oleh Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin.
Nama Djamari Chaniago mencuat sebagai kandidat kuat setelah sebelumnya muncul spekulasi bahwa Mahfud MD akan kembali dipercaya mengisi posisi tersebut.
Namun sumber internal menyebut bahwa Presiden Prabowo tengah mempertimbangkan sosok berlatar belakang militer aktif dan berpengalaman dalam bidang pertahanan serta keamanan nasional.
Kabarnya Presiden Prabowo Subianto akan kembali melakukan reshuffle kabinet pada Rabu 17 September besok.
Untuk diketahui, jabatan Menko Polkam masih kosong setelah Budi Gunawan resmi dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, pun sempat mengungkapkan jabatan Menko Polkam akan dijabat secara ad interim oleh menteri lain.
Baca juga: Tahapan Seleksi PPPK Paruh Waktu 2025 Diperpanjang, Cek Jadwal dan Proses Pelantikannya
"Berkenaan dengan posisi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, untuk sementara waktu, Bapak Presiden belum menunjuk secara definitif siapa yang akan beliau tugaskan menjadi Menko Polkam."
"Sehingga untuk sementara waktu, beliau akan menunjuk ad interim untuk menjabat sebagai Menko Polkam," katanya pada Senin.
Ad interim berasal dari bahasa Latin yang berarti 'sementara'. Istilah ini memang kerap digunakan untuk merujuk kepada pengganti sementara seorang pejabat negara.
Saat ini Prabowo menunjuk Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Menteri Pertahanan RI sekaligus Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) ad interim.
Respons Prabowo
Presiden Prabowo buka suara terkait kursi Menkopolkam dan Menpora yang masih kosong usai Budi Gunawan dan Dito Ariotedjo dicopot.
Presiden belum melantik pengganti keduanya karena sejumlah pertimbangan.
Prabowo meminta agar awak media menunggu pelantikan tersebut. Ia mengatakan pelantikan akan dilakukan pada waktunya nanti.
"Iya nanti tunggu, tunggu waktunya," kata Prabowo usai meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SMRA) Margaguna, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025).
Presiden berseloroh bahwa pelantikan dua pejabat baru tersebut belum dilakukan agar para jurnalis semangat mencari informasinya.
"Biar kalian (wartawan) ada semangat," kata Presiden.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran Kabinet Merah Putih pada Senin, (8/9/2025).
Perombakan tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kantor Presiden.
Terdapat 5 Menteri yang dicopot Presiden yang tiga diantaranya telah ditunjuk Menteri baru. Diantaranya yakni:
1. Menteri Keuangan Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya Yudi Sadewa yang sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
2. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding digantikan oleh
Mukhtarudin yang sebelumnya menjabat Anggota Komisi XII.
3. Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi digantikan Ferry Juliantono yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Koperasi.
Selain tiga pejabat tersebut, Presiden mencopot Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo dan juga Menkopolkam Budi Gunawan.
Baca juga: 3 Berita Populer Gorontalo Rabu 17 Sep 2025 : Warga Blokade Jalan Rusak hingga Gaji PPPK Rp 3,2 Juta
Namun pengganti keduanya belum diumumkan.
Selain mengganti Menteri, Presiden Prabowo Subianto juga melantik satu Menteri dan Wakil Menteri lembaga baru yakni Kementerian Haji dan Umroh yang sebelumnya berstatus badan. Mereka yang dilantik yakni Irfan Yusuf sebagai Menteri dan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa Presiden memiliki banyak pertimbangan sehingga melakukan perombakan kabinet. Menurutnya Presiden melakukan evaluasi terus menerus.
"Pertimbangannya banyak, dievaluasi terus menerus. Macem macem pertimbangan," katanya di Kantor Presiden.
Prasetyo tidak menjawab saat ditanya apakah perombakan kabinet terkait dengan kerusuhan yang terjadi beberapa waktu lalu di tengah protes kenaikan tunjangan jabatan anggota DPR.
Prasetyo hanya diam saat ditanya pertanyaan tersebut.
Sosok Djamari Chaniago
Berikut sosok Djamari Chaniago purnawirawan TNI Angkatan Darat dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal.
Lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 8 April 1949, Djamari Chaniago meniti karier di TNI AD sejak lulus dari Akademi Militer (AKABRI) pada tahun 1971, dan mengabdi selama lebih dari tiga dekade di kesatuan Infanteri, khususnya Baret Hijau Kostrad.
Kariernya di TNI Angkatan Darat mencakup berbagai posisi strategis, mulai dari Komandan Yonif Linud 330/Tri Dharma, Komandan Kodim 0501 Jakarta Pusat, hingga menjabat sebagai Panglima Kodam III/Siliwangi dan Panglima Kostrad.
Djamari Chaniago juga pernah menduduki jabatan Wakil Kepala Staf TNI AD dan Kepala Staf Umum TNI sebelum pensiun pada tahun 2004.
Di masa transisi politik Indonesia, Djamari sempat menjadi anggota MPR RI dari Fraksi Utusan Daerah Jawa Barat (1997–1998) dan Fraksi ABRI (1998–1999).
Baca juga: CPNS 2025 Belum Dibuka, Pemerintah Fokus Selesaikan PPPK 2024 Terbesar Sepanjang Sejarah
Dilansir dari Wikipedia, setelah pensiun dari militer, Djamari tetap aktif dalam dunia sipil.
Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Semen Padang dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk memimpin komunitas motor besar (moge) di Sumatera Barat.
Djamari Chaniago juga menerima berbagai penghargaan atas pengabdiannya, seperti Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma, Bintang Kartika Eka Paksi, serta medali dari PBB dan Malaysia.
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.