Senin, 16 Maret 2026

Berita Viral Nasional

Viral! Guru SMA Injak Murid Saat Tidur, Korban Kejang dan Dilaporkan

SMA Negeri 1 Cepogo, Boyolali, mendadak jadi sorotan publik setelah video seorang guru berinisial H menginjak tubuh siswa yang tertidur

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Viral! Guru SMA Injak Murid Saat Tidur, Korban Kejang dan Dilaporkan
TribunGorontalo.com
DUGAAN KEKERASAN - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA Negeri Cepogo, Djoko Heriyanto, saat ditemui Rabu (10/9/2025). Puluhan warga mendatangi SMA Negeri Cepogo pada Rabu (10/9/2025) untuk menuntut agar salah satu oknum guru dikeluarkan dari sekolah. Tuntutan itu muncul setelah guru tersebut diduga melakukan kekerasan terhadap seorang siswa kelas XI. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- SMA Negeri 1 Cepogo, Boyolali, mendadak jadi sorotan publik setelah video seorang guru berinisial H menginjak tubuh siswa yang tertidur di kelas viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (27/8/2025) saat jam pelajaran berlangsung di kelas XI.

Alih-alih membangunkan dengan cara biasa, guru H justru melangkahkan kaki ke tubuh tiga siswa yang tertidur tengkurap di lantai kelas.

Dua siswa langsung terbangun, namun satu siswa berinisial Y (17) mengalami sakit di bagian punggung yang semakin parah.

Menurut kakak korban, Nanang Setiono, Y sempat menyembunyikan rasa sakitnya dari keluarga.

Namun, kondisinya memburuk hingga mengalami kejang-kejang.

“Adik saya malah dibawa ke tukang pijat, bukan rumah sakit. Sampai sekarang sakitnya tidak hilang,” ujarnya.

Merasa penanganan dari sekolah tidak memadai, keluarga Y melaporkan guru H ke Polsek Cepogo.

Kapolsek AKP Agung Setiawan membenarkan laporan tersebut dan menyatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.

Warga Geruduk Sekolah, Guru H Dicopot

Tak hanya keluarga korban, puluhan warga Desa Mliwis mendatangi SMA Negeri 1 Cepogo pada Rabu (10/9/2025).

Mereka menuntut agar guru H segera dikeluarkan dari sekolah. Tekanan publik membuat pihak sekolah mengambil langkah tegas: guru H dikembalikan ke Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk diproses lebih lanjut.

Plt Kepala Sekolah, Djoko Heriyanto, menyebut tindakan H sebagai kesalahan pribadi yang bertentangan dengan nilai-nilai sekolah.

“Sekolah punya SOP anti-bullying dan anti-kekerasan. Apa yang dilakukan H jelas tidak dibenarkan,” tegas Djoko.

Namun, Djoko mengaku terkejut dengan insiden tersebut. Ia menyebut H selama ini dikenal sebagai guru yang santun dan jarang marah.

“Malah saya dulu kira beliau guru agama. Marah itu saya belum pernah lihat,” katanya.

Djoko bahkan menyebut insiden itu dilakukan sambil bercanda. Ia menirukan ucapan H sebelum menginjak siswa: “Yo cah yo, di idak-idak gen mari kesel e” (Ya anak-anak, diinjak biar sembuh capeknya).

Candaan itu kini berbalik menjadi masalah serius. Selain dinonaktifkan dari sekolah, H juga berpotensi menghadapi sanksi hukum.

Kondisi Korban Belum Pulih, Keluarga Siap Kawal Kasus

Wakil Kepala Sekolah, Syamsudin, membenarkan bahwa salah satu siswa mengalami sakit hingga menangis setelah kejadian.

“Dua siswa kembali ikut pelajaran, yang satu harus dibawa ke tukang urut,” ujarnya.

Kondisi Y disebut belum sepenuhnya pulih. Keluarga korban menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 16 Maret 2026 (26 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:03
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved