Berita Nasional
Prabowo Lantik Purbaya Gantikan Sri Mulyani, Ini Curhat Sang Mantan Menkeu
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada Senin (8/9/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/menkeu-tergantikan.jpg)
Khalayak dibuat terkejut dengan reshuffle tersebut namun tak lagi heran.
Sebab isu Sri Mulyani minta mundur dari jabatan sebagai menteri telah terdengar sebelumnya.
Hal tersebut juga diakui oleh Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD.
Diakui Mahfud, isu Sri Mulyani sudah sejak lama ingin mengakhiri jabatanya sebagai Menteri Keuangan sudah diketahui sejak lama.
Namun di tahun-tahun lalu, isu tersebut cuma kabar angin yang tak diketahui kebenarannya oleh Mahfud.
Berbeda dengan di tahun 2025 ini, Mahfud MD mengaku telah memastikan kebenaran dari isu Sri Mulyani minta mundur dari jabatan Menteri.
Bahkan kata Mahfud, Sri Mulyani sampai dua kali mengajukan pengunduran dirinya kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Saya mendengar beliau (Sri Mulyani) memang, kalau yang dari dulu saya dengar juga tapi belum mendalami, tapi yang akhir-akhir sampai pemecatannya ini, saya mendengar bahwa beliau memang sampai dua kali minta mengundurkan diri kepada Presiden Prabowo tapi belum dikabulkan sampai akhirnya di-reshuffle," ungkap Mahfud MD dalam tayangan Youtube Leon Hartono, Kamis (11/9/2025).
Diungkap Mahfud, Sri Mulyani memang telah lama mengajukan pengunduran diri ke Presiden Prabowo.
Pengajuan itu akhirnya diterima Prabowo dalam bentuk reshuffle kabinet di awal September 2025 lalu.
"Ya istilahnya diganti, tapi sebenarnya proses yang mendahului untuk bu Sri Mulyani itu ya beliau mengajukan permohonan pengunduran diri dan itu disampaikan ke beberapa teman, dia sudah mengajukan pengunduran diri tapi belum dijawab, akhirnya diberhentikan dengan reshuffle, sama saja," ujar Mahfud MD.
Lebih lanjut, Mahfud mengurai dua alasan Sri Mulyani ingin segera menyudahi perannya sebagai menteri.
Alasan pertama, Sri Mulyani kecewa karena negara tak hadir melindunginya secara maksimal saat rumahnya dijarah.
Perihal penjarahan, Sri Mulyani tetap berpikiran positif.
Namun saat menyadari bahwa tak banyak aparat yang datang menjaga rumahnya saat penjarahan terjadi, Sri Mulyani kecewa berat.
Baca juga: Pendaftaran Segera Ditutup, 2 Jabatan Kadis di Kabupaten Gorontalo Sepi Peminat