Sopir Bank Bawah Kabur Uang
Dipercaya Sejak 2018, Sopir Bank Jateng Balas dengan Kabur Bawa Rp10 Miliar
seorang sopir Bank Jateng Cabang Wonogiri Berinisial AT, yang telah bekerja sejak 2018, kini menjadi buronan polisi setelah diduga membawa kabur uang.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kepercayaan yang dibangun selama tujuh tahun hancur dalam hitungan menit.
Dimana diketahui seorang sopir Bank Jateng Cabang Wonogiri Berinisial AT, yang telah bekerja sejak 2018, kini menjadi buronan polisi setelah diduga membawa kabur uang nasabah sebesar Rp10 miliar pada Senin (1/9/2025).
Aksi ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, saat dimana AT sedang menjalankan tugas mengantar karyawan bank untuk mengambil uang tunai dari dua lokasi di Kota Solo yakni Kantor Perwakilan Bank Indonesia Rp6 miliar dan Bank Jateng Gladang Rp4 miliar.
Jarak antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo dan Bank Jateng Gladag sekitar 400 meter.
Bank Jateng adalah bank milik Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah yang berfokus pada layanan keuangan daerah dan penguatan ekonomi lokal melalui pembiayaan UMKM dan perbankan ritel.
Baca juga: Kado Listrik Ceria di Hari Pelanggan Nasional 2025, PLN Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen
Baca juga: Rakyat Bergerak, Negara Bungkam: 9 Nyawa dan 17+8 Tuntutan yang Mengguncang Indonesia
Saat pegawai bank izin ke toilet, AT melarikan diri menggunakan mobil operasional bank yang didalamnya terdapat uang Rp10 miliar.
Statusnya sebagai sopir bank sejak 2018 membuat AT memahami prosedur pengambilan uang dan rute perjalanan.
Kasatreskrim Polresta Surakarta, AKP Prasetyo Triwibowo, menerangkan AT tinggal di belakang RSUD Wonogiri bersama istrinya.
Saat rumahnya didatangi pada Rabu (3/9/2025), AT tak ada dan proses pencarian masih dilanjutkan.
"Tempat tinggal si sopir itu merupakan salah satu bagian dari proses pencarian," ungkapnya.
Penyidik mendapat laporan mobil operasional bank ditemukan di kawasan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Ia menambahkan empat saksi telah diperiksa untuk mengungkap kasus pencurian uang nasabah.
Kasus ini dilaporkan pertama kali oleh pegawai bank karena nomor handphone AT tak dapat dihubungi.
“Dikiranya hanya bergeser parkir, tapi ketika dihubungi tidak ada jawaban maupun respons,” tukasnya.
Setelah dicek rekaman CCTV, terungkap AT meninggalkan bank dengan kecepatan tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Uang-Rp10-Miliar-xcb.jpg)