Demo DPR RI
Rakyat Bergerak, Negara Bungkam: 9 Nyawa dan 17+8 Tuntutan yang Mengguncang Indonesia
Aliansi buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil kembali menggelar aksi besar hari ini, Kamis (4/9/2025), dengan pusat aksi di kawasan Patung Kuda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SALING-SERANG-Situasi-unjuk-rasa-di-depan-Gedung-DPR-RI.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Indonesia memasuki babak genting dalam sejarah demokrasinya. Ribuan rakyat turun ke jalan di berbagai kota, dari Jakarta hingga Palu, membawa satu pesan tegas, negara telah gagal mendengar.
Di tengah gelombang demonstrasi yang belum mereda sejak akhir Agustus, sembilan nyawa telah melayang.
Di saat rakyat berkabung, pemerintah masih belum menunjukkan sikap tegas atas tuntutan-tuntutan yang menggema di jalanan.
Aliansi buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil kembali menggelar aksi besar hari ini, Kamis (4/9/2025), dengan pusat aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Aksi ini diorganisir oleh Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK), bersamaan dengan aksi Kamisan yang digelar di depan Istana Negara dan daerah lain seperti Palu.
Tema besar mereka, melawan ketidakadilan, menuntut keadilan bagi korban, dan mendesak reformasi sistemik.
Baca juga: Brave Pink dan Hero Green Viral Dimedsos, Ini Makna dan Cara Ikut Ganti Foto Profil Online
Aksi masih berlangsung dipicu sejumlah hal yang belum dituntaskan, seperti kenaikan tunjangan DPR dan gaji pejabat dianggap tidak etis di tengah krisis ekonomi, kontroversi penulisan ulang sejarah Indonesia, termasuk penghapusan peristiwa 1998, dan PHK massal dan kenaikan biaya pendidikan memicu keresahan di kalangan buruh dan mahasiswa.
Aksi represif aparat memicu kemarahan. Korban jiwa dan luka-luka akibat bentrokan aparat dengan demonstran, termasuk pengemudi ojol Affan Kurniawan dan mahasiswa Rheza Sendy Pratama.
Affan Kurniawan dan Rheza Sendy Pratama adalah dua nama yang kini menjadi simbol luka kolektif dalam gelombang demonstrasi Indonesia akhir Agustus 2025.
Keduanya meninggal dunia dalam situasi yang memicu kemarahan publik dan desakan investigasi independen.
Affan Kurniawan adalah seorang pengemudi ojek online berusia 21 tahun. Dia meninggal dunia pada 28 Agustus 2025 setelah terlindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat
Ia tidak ikut aksi, melainkan sedang mengantar pesanan makanan. Saat mencari jalur Ribuan ojol mengiringi pemakamannya. Insiden ini memicu tuntutan pembentukan tim investigasi independen dan peninjauan SOP pengamanan.
Sementara itu, Rheza Sendy Pratama adalah seorang Mahasiswa angkatan 2023 dari
Universitas Amikom Yogyakarta, Prodi Ilmu Komunikasi.
Dia ditemukan meninggal pada 31 Agustus 2025 setelah mengikuti aksi di depan Mapolda DIY.
Pada saat ditemukan, dia mengalami luka bocor di kepala, bekas pijakan sepatu PDL di perut dan dada, sayatan di tangan dan kaki, serta paparan gas air mata