Tips Kesehatan
Cegah Kebutaan! Begini Cara Menangani Mata yang Terkena Gas Air Mata
Dalam beberapa hari terakhir, media sosial diramaikan dengan foto dan video korban demo yang mengalami masalah mata
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/GAS-Air-Mata-Bikin-Pelajar-SMP-Iritasi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Gas air mata kerap ditembakkan oleh pihak kepolisian manakala terjadi kericuhan.
Tujuannya adalah mengurai massa agar tidak berbuat anarkisme.
Gas air mata terbukti efektif karena bisa memaksa demonstran mundur. Namun efeknya tidak main-main.
Mata merah hingga pandangan kabur menjadi keluhan umum yang dialami para peserta aksi.
Melihat kondisi ini, dokter spesialis mata anak dari JEC Eye Hospitals & Clinics, menyarankan langkah-langkah penanganan yang harus segera dilakukan setelah terpapar gas air mata.
"Kalau terkena sesuatu di mata, seharusnya diirigasi," ujarnya seperti dikutip TribunGorontalo.com dari Gridhealth, Selasa (2/9/2025).
Baca juga: Tembakan Gas Air Mata di Demo, Polda Gorontalo: Sesuai SOP
Langkah Penanganan Darurat
Hal pertama yang harus dilakukan adalah segera membilas mata dengan air bersih yang mengalir selama 10 hingga 15 menit.
Tujuannya adalah untuk mencuci zat kimia yang menempel pada permukaan mata.
Selain itu, jika Anda menggunakan lensa kontak, segera copot dan buang.
Lensa kontak dapat menyerap zat kimia dari gas air mata dan memperburuk kondisi.
Begitu pula dengan kacamata, segera lepas dan cuci dengan sabun dan air mengalir.
Setelah membilas, disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter mata untuk memastikan seberapa jauh efek paparan tersebut.
Penyakit Mata Akibat Gas Air Mata
Menurut American Academy of Ophthalmology, mata yang memerah akibat paparan gas air mata bisa jadi disebabkan oleh pendarahan subkonjungtiva.
Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah kecil di mata pecah akibat tekanan, menyebabkan munculnya bintik-bintik darah di bagian putih mata.
Meskipun terlihat menakutkan, pendarahan subkonjungtiva umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dalam beberapa hari atau minggu, tergantung pada tingkat keparahannya.
Selain itu, mengutip laman CDC, keluhan mata yang umum dialami setelah terkena gas air mata antara lain:
- Mata sangat berair dan terasa terbakar
- Pandangan kabur
- Mata memerah
- Terjadinya abrasi kornea (luka pada kornea mata).
Paparan gas air mata dalam jangka panjang atau dosis besar, terutama di ruang tertutup, berisiko menyebabkan glaukoma, sebuah penyakit serius yang dapat berujung pada kebutaan permanen.
Oleh karena itu, penanganan cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah risiko jangka panjang.
Artikel ini telah tayang di Gridhealth.id dengan judul Bahaya Gas Air Mata, Penyebab Penyakit Mata Pendarahan Hingga Kebutaan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.