Demo Mahasiswa Gorontalo
Tembakan Gas Air Mata di Demo, Polda Gorontalo: Sesuai SOP
Kericuhan dimulai sekitar pukul 18.00 Wita, setelah sebagian kelompok massa mulai melempar batu ke arah barikade polisi.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kombes-Pol-Desmont-Harjendro-saat-diwawancarai-TribunGorontalocom-Senin-192025-malam.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Aparat kepolisian menegaskan bahwa penggunaan gas air mata untuk membubarkan aksi unjuk rasa di Perlimaan Telaga, Kabupaten Gorontalo, pada Senin (1/9/2025), sudah sesuai dengan prosedur.
Kericuhan dimulai sekitar pukul 18.00 Wita, setelah sebagian kelompok massa mulai melempar batu ke arah barikade polisi.
Aparat kemudian mengerahkan dua kendaraan taktis, termasuk mobil water canon, untuk menyemprotkan air ke kerumunan.
Massa sempat tercerai-berai, namun sebagian mahasiswa masih bertahan di tiga titik berbeda.
Untuk mengendalikan situasi, polisi akhirnya menembakkan gas air mata.
Asap pekat membuat mahasiswa mundur dan mencari perlindungan di dalam Kampus 3 Universitas Negeri Gorontalo, yang telah ditetapkan sebagai 'zona aman'.
Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro, memastikan bahwa langkah tersebut dilakukan sesuai aturan.
“Betul, kita laksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP),” kata Desmont.
Ia menegaskan, sebelum menembakkan gas air mata, aparat telah memberikan peringatan berulang kali agar massa membubarkan diri.
Baca juga: Beberapa Mahasiswa Dipulangkan setelah Dimintai Keterangan Polda Gorontalo
Bahkan, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo turun langsung ke lapangan untuk menyampaikan imbauan.
Aksi yang diikuti sekitar 39 organisasi mahasiswa ini awalnya berlangsung damai dengan blokade di poros Jalan John Ario Katili.
Namun, situasi berubah tegang saat hari mulai gelap. Massa aksi menolak membubarkan diri dan terlibat bentrok dengan aparat.
Kericuhan terjadi ketika sejumlah pengunjuk rasa mulai melempar batu ke arah barikade polisi.
Aparat pun merespons dengan mengerahkan kendaraan water canon untuk memukul mundur massa.
Aksi saling kejar pun tak terhindarkan, polisi sontak mengejar mahasiswa yang diduga menjadi biang kerok kericuhan.
Sebanyak 11 mahasiswa diamankan aparat Polda Gorontalo buntut kericuhan yang terjadi di Simpang Lima Telaga, Kota Gorontalo.
Mereka diduga terlibat dalam aksi anarkis yang memicu bentrokan antara massa dan aparat.
(Tribungorontalo.com/ht)