Demo DPR RI
Massa Temukan Ijazah Ahmad Sahroni dengan Nilai Rata-rata 6 Termasuk Pendidikan Moral Pancasila
Massa mengobrak-abrik rumah politisi NasDem ini, mengambil brankas, patung superhero, televisi, hingga dokumen pribadi termasuk ijazah SMP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ijazah-Ahmad-Sahroni-jadi-perbincangan-publik.jpg)
Melansir Tribunnews.com, salah satu unggahan yang viral berasal dari akun X @Grizellaeris, yang menulis:
"ANJIR NILAINYA SAHRONI DI BAWAH KKM???????? SE OON INI KOK BISA JADI DPR"
Menurut data dari Portal Data Induk Ijazah milik Kemendikdasmen, ijazah SMP tahun 1990-an seperti milik Sahroni masih tercatat dalam arsip digital dan dapat diverifikasi melalui sistem daring.
Sistem ini memungkinkan publik untuk memeriksa keabsahan ijazah berdasarkan nama, NIK, dan tanggal lahir, meski tidak menyertakan nilai secara terbuka.
Aksi penjarahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan sosial menyusul kontroversi kenaikan tunjangan DPR RI yang disebut mencapai Rp120 juta per bulan.
Sahroni, yang dikenal dengan julukan Crazy Rich Tanjung Priok, menjadi simbol kemarahan publik terhadap gaya hidup elite politik yang dianggap tidak mencerminkan kondisi rakyat.
*) Catatan: Hingga Sabtu malam (30/8/2025), belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian terkait olah tempat kejadian perkara (TKP) atau penyelidikan langsung di lokasi rumah Ahmad Sahroni.
Informasi mengenai penjarahan dan temuan dokumen pribadi berasal dari siaran langsung warga serta unggahan media sosial yang telah diverifikasi oleh sejumlah media online.
Kutipan dari media sosial dalam artikel ini merupakan representasi opini publik dan tidak mencerminkan kebenaran hukum atau sikap resmi lembaga.
Diberitakan, ratusan massa menggeruduk dan menjarah barang-barang di dalam rumah Sahroni pada Sabtu (30/8/2025), pukul 15.00 WIB.
Laporan wartawan Tribunnews.com di lapangan, massa juga merusak mobil yang ada di halaman garasi politisi dari Partai NasDem tersebut.
Baca juga: Rumah Dijarah, Sri Mulyani Tulis Pesan Menyentuh: Tak Mundur, Tapi Siap Perbaiki Diri
Sementara itu, warga sekitar Jalan Swasembada Timur XXII RT 06 RW 04, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, meminta massa jangan membakar rumah Sahroni.
Terdengar suara yang mengaku warga sekitar mengimbau massa untuk tidak membakar rumah Sahroni.
Pasalnya, jika rumah Sahroni dibakar, warga sekitar ikut terkena imbasnya.
"Tolong jangan dibakar woi! Jangan dibakar!" kata warga, dikutip dari Warta Kota.