Demo DPR RI
Massa Temukan Ijazah Ahmad Sahroni dengan Nilai Rata-rata 6 Termasuk Pendidikan Moral Pancasila
Massa mengobrak-abrik rumah politisi NasDem ini, mengambil brankas, patung superhero, televisi, hingga dokumen pribadi termasuk ijazah SMP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ijazah-Ahmad-Sahroni-jadi-perbincangan-publik.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Aksi amarah publik terhadap anggota DPR RI, Ahmad Sahroni, memuncak ketika massa menggeruduk dan menjarah rumahnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (30/8/2025).
Dalam kerusuhan itu, tidak hanya barang-barang mewah yang digondol ijazah SMP Sahroni ikut menjadi perhatian publik dan langsung viral di media sosial.
Massa mengobrak-abrik rumah politisi NasDem ini, mengambil brankas, patung superhero, televisi, hingga dokumen pribadi termasuk ijazah SMP.
Dalam foto yang beredar di sosial media menunjukan bahwa jilai rata-rata di kisaran 6,0 hingga 6,8. Dengan angka ini dianggap rendah untuk seorang wakil rakyat.
Sahroni menjadi target utama karena pernyataannya yang menyebut seruan pembubaran DPR sebagai 'mental orang tolol sedunia', yang dianggap merendahkan aspirasi publik.
Selain itu, beredar kabar bahwa ia melakukan perjalanan ke luar negeri saat demonstrasi berlangsung, memicu kemarahan lebih lanjut dari massa.
Baca juga: Ramalan Zodiak Aries, Taurus, Gemini Besok Selasa 02 Sept 2025: Cinta, Karier, hingga Keuangan
Pada 29 Agustus 2025, ia pun resmi dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Puncak sorotan terhadap Sahroni terjadi pada Sabtu (30/8/2025) petang.
Yakni ketika rumah mewahnya di Jalan Swasembada Timur XXII, Tanjung Priok, Jakarta Utara, digeruduk oleh massa.
Tanpa ada aparat yang berjaga dan penghuni di dalam rumah kosong, massa merangsek masuk dengan merusak gerbang besar dan melakukan pelemparan ke bagian depan serta seisi rumah.
Beberapa warga dilaporkan melakukan penjarahan terhadap barang mewah seperti jam tangan, tas bermerek, action figure Iron Man, hingga satu mobil listrik.
Yang mengejutkan, massa juga menemukan dan menyebarkan dokumen pribadi milik Sahroni, termasuk ijazah SMP yang viral di media sosial.
Dalam foto ijazah yang beredar, terlihat bahwa nilai rata-rata Sahroni saat duduk di bangku SMP berada di angka 6.
Termasuk mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) yang juga bernilai 6.
Nilai tersebut berada di bawah ambang batas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang umumnya ditetapkan di angka 7.0.