Update Demo
Pasca Rumahnya Dijarah, Ahmad Sahroni Putuskan Enggan Pulang ke Indonesia untuk Keamanan
Ahmad Sahroni minta maaf ke rakyat Indonesia, namun enggan pulang ke tanah air dengan alasan keselamatan diri dan keluarganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ahmad-Sahroni-mengkritik-proses-pemeriksaan-Kabag-Ops-Polres-Solok-Selatan.jpg)
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, melalui siaran pers resmi pada Minggu (31/8/2025).
Langkah ini bukan sekadar pergantian posisi politik, melainkan refleksi dari dinamika sosial yang tengah berkembang.
Surya Paloh menegaskan bahwa aspirasi masyarakat adalah landasan utama perjuangan Partai NasDem.
Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa partai politik tidak bisa lepas dari suara rakyat yang mereka wakili.
"Sesungguhnya aspirasi masyarakat harus tetap menjadi acuan utama dalam perjuangan Partai NasDem," tegas Surya Paloh.
NasDem sebelumnya sudah lebih dulu mencopot Ahmad Sahroni dari jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR.
Surat itu bernomor F.NasDem.758/DPR-RI/VIII/2025. Sahroni kemudian ditempatkan sebagai Anggota Komisi I DPR.
Baca juga: Raffi Ahmad Jadi Sorotan Karena Tiba-tiba Menghilang dari Media Sosial Saat Demo DPR RI
Sementara, Nafa Urbach merupakan Bendahara Fraksi NasDem di DPR RI. Dia duduk di Komisi IX DPR.
Keputusan menonaktifkan Sahroni dan Nafa bukan tanpa sebab.
Pernyataan kontroversial dari Ahmad Sahroni yang menyebut rakyat "tolol" karena ingin membubarkan DPR RI memicu kemarahan publik.
Demonstrasi besar-besaran pun terjadi, bahkan menelan korban jiwa, termasuk seorang driver ojek online.
Konten kreator Ferry Irwandi secara terbuka menuding Sahroni sebagai pemicu kerusuhan.
"Mulut sampah Anda punya andil yang besar dari semua rangkaian buruk dan duka ini," tulis Ferry dalam unggahan Instagramnya.
Tak hanya Ferry, influencer Salsa Erwina Hutagalung juga menyoroti akuntabilitas Sahroni.
Ia mempertanyakan besaran gaji dan tunjangan anggota DPR, serta menuntut transparansi anggaran yang mencapai Rp 10 Triliun per tahun.