Update Demo
Tips Aman Bagi Pekerja WFO Saat Gelombang Demo, Plus Nomor Darurat yang Perlu Disimpan
Gelombang demo 25 Agustus 2025 masih berlangsung. Simak tips aman bagi pekerja WFO dan nomor darurat penting yang wajib disiapkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/demo-20251.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Gelombang aksi massa yang berlangsung dari 25 Agustus 2025 membuat banyak pekerja yang biasanya bekerja di kantor harus berhati-hati.
Pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk memprioritaskan bekerja dari rumah (WFH), namun sebagian perusahaan masih mewajibkan karyawan hadir di tempat kerja.
Situasi ini menuntut kesiapan ekstra agar aktivitas tetap aman.
Para pekerja WFO di daerah rawan aksi massa dianjurkan menyiapkan perlengkapan dasar, mulai dari masker, kacamata pelindung, air minum, hingga ponsel dan Power bank.
Persiapan ini penting untuk mengurangi risiko terpapar gas air mata, asap, atau situasi chaos yang bisa membahayakan keselamatan diri.
Selain itu, memahami jalur aman dan lokasi titik perlindungan menjadi hal yang tak kalah penting.
Pekerja disarankan untuk selalu memantau kondisi sekitar, menjaga komunikasi dengan keluarga atau rekan, serta menyimpan nomor darurat seperti polisi, ambulans, dan lembaga bantuan hukum agar dapat segera mendapatkan pertolongan jika terjadi hal tidak terduga.
Dilansir dari Tribunnews.com, Jika terpaksa bekerja WFO di tengah situasi rawan, pastikan membawa perlengkapan berikut:
1. Masker & Kacamata Pelindung
Membantu melindungi atau mengurangi efek buruk dari paparan gas air mata atau asap di area demonstrasi.
2. Air Minum & Tisu Basah
Membantu mengurangi iritasi pada mata dan wajah jika terkena asap.
3. Ponsel & Power Bank
Penting untuk menjaga komunikasi di saat darurat dan mengetahui jalur alternatif melalui aplikasi peta.
4. Identitas Diri
KTP atau kartu identitas wajib dibawa untuk keperluan verifikasi jika diperlukan.
5. Obat Pribadi & P3K Ringkas
Bagi pekerja dengan kondisi kesehatan tertentu, bawa obat rutin dan perban darurat.
Langkah yang Harus Dilakukan Jika Terjebak di Aksi Massa
Tidak hanya membawa perlengkapan yang tepat, kita juga perlu memahami bagaimana bersikap ketika benar-benar berada di tengah kerumunan.
Ketidaktahuan dapat memperbesar risiko, mulai dari terjebak di jalur bentrokan hingga menjadi korban gas air mata.
Karena itu, berikut langkah-langkah penting yang dapat membantu menjaga keselamatan:
- Persiapkan rute pulang-pergi, tandai titik-titik aman, seperti rumah sakit atau rumah ibadah untuk tempat berlindung
- Jika berpapasan dengan aksi massa, ikuti arus massa dan jangan melawan arah
- Jika gas air mata ditembakkan: Gunakan kain basah untuk menutup hidung dan mulut, jangan mengucek mata, segera menjauh dari sumber paparan.
- Tetap berkomunikasi dengan keluarga atau rekan: Laporkan lokasi secara berkala atau gunakan fitur Bagikan Lokasi Langsung (Live Location) agar mereka dapat memantau kondisi Anda.
Nomor Darurat yang Harus Disimpan
Setelah memastikan diri aman, langkah berikutnya adalah mengetahui siapa yang bisa dihubungi saat membutuhkan bantuan cepat.
Nomor darurat ini dapat menjadi penyelamat dalam situasi genting:
- Call Center Darurat Nasional: 112
- Polisi: 110
- Pemadam & Medis Darurat: 113
- Ambulans / Layanan Medis: 118 / 119
- Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI): 085283226297
- Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras): 021-3919097
Saling Jaga dan Tetap Waspada
Di tengah situasi kritis seperti aksi massa, menjaga keselamatan pribadi dan orang di sekitar menjadi prioritas utama.
Hindari mengikuti arus massa secara membabi buta, tetap tenang, dan jangan mudah terpancing provokasi.
Kesadaran kolektif untuk saling menjaga dan tetap waspada menjadi kunci agar aspirasi tersampaikan tanpa menimbulkan korban atau kerugian yang lebih besar. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.