Khazanah Islam
5 Kriteria Wanita yang Baik Dijadikan Istri dalam Islam
Pernikahan adalah ikatan suci yang tidak hanya menyatukan dua insan, tetapi juga dua keluarga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-pasangan-suami-istri-Simak-kriteria-calon-istri-idaman.jpg)
Wawasan parenting sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter anak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Seperti yang diungkapkan penyair Hafidz Ibrahim dalam syairnya:
الأُمُّ مَدْرَسَةٌ إِذَا أَعْدَدْتَهَا * أَعْدَدْتَ شَعْبًَا طَيَّبَ الأَعْرَاقِ
Artinya: "Ibu adalah sekolah; jika engkau mempersiapkannya dengan baik, maka engkau telah mempersiapkan sebuah bangsa yang luhur akhlaknya."
4. Siap Menjalani Hidup Bersama dalam Suka dan Duka
Pernikahan tidak hanya tentang kebahagiaan, tetapi juga kesiapan menghadapi ujian.
Calon istri idaman adalah yang memiliki kesiapan mental dan emosional untuk mendampingi suami dalam keadaan apa pun. Ia tidak mudah menyerah dan mampu menjadi pendukung setia.
Teladan terbaik adalah Sayyidah Fatimah, putri Rasulullah SAW, yang setia mendampingi suaminya, Sayyidina Ali.
Meskipun hidup dalam keterbatasan ekonomi, Fatimah tidak pernah mengeluh dan selalu menjadi pendukung penuh bagi suaminya.
5. Bebas dari Penyakit Kelamin
Kesehatan fisik juga merupakan faktor penting. Memilih pasangan yang bebas dari penyakit menular, khususnya penyakit kelamin, adalah bentuk kehati-hatian.
Hal ini sejalan dengan hadis Rasulullah SAW:
لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ
Artinya: "Tidak boleh melakukan sesuatu yang berbahaya dan menimbulkan bahaya bagi orang lain." (HR. Ibnu Majah dan Ad-Daruquthni)
Dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria ini, pernikahan diharapkan dapat menjadi jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. (*)