Panen Sawah Gorontalo
Petani Kota Gorontalo Siaga Hadapi Hujan dan Panas Ekstrem Saat Padi Menguning
Memasuki masa pancaroba, petani di Kota Gorontalo mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SAWAH-GORONTALO-Petani-memantau-kondisi-tanaman-padi-di-area-persawahan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Petani di Jalan Manado, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo mulai mewaspadai cuaca pancaroba saat tanaman padi
- Meski kondisi sawah masih terlihat baik dan irigasi masih mencukupi, hujan mendadak serta panas terik dinilai berpotensi
- Para petani berharap cuaca tetap stabil dalam satu hingga dua minggu ke depan agar proses panen berjalan lancar dan hasil produksi tetap optimal.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Memasuki masa pancaroba, petani di Kota Gorontalo mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba saat tanaman padi memasuki masa menjelang panen.
Pantauan Tribun Gorontalo di area persawahan Jalan Manado, Kecamatan Kota Tengah, Selasa (7/4/2026), memperlihatkan hamparan padi yang masih tampak subur.
Sebagian lahan masih didominasi warna hijau, sementara beberapa petak lainnya mulai menguning sebagai tanda tanaman telah memasuki fase siap panen.
Meski kondisi tanaman secara umum masih terlihat baik, cuaca yang berubah cepat dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian petani.
Baca juga: Direktur RSAS Gorontalo Sambut Positif Wali Kota Adhan Dambea Berkantor di Rumah Sakit
Hujan yang turun mendadak, lalu disusul panas terik pada siang hari, dinilai cukup berpengaruh terhadap kondisi sawah.
Salah seorang petani, Rahmat Ismail (47), mengatakan perubahan cuaca selama masa peralihan musim membuat petani harus lebih berhati-hati dalam memantau perkembangan tanaman padi.
“Sekarang ini kadang hujan, kadang panas sekali. Kalau hujan terlalu sering, takutnya padi rebah. Tapi kalau panas terus juga bisa kering,” ujar Rahmat saat ditemui di sawahnya.
Menurut Rahmat, sebagian besar tanaman padi di wilayah tersebut kini sudah berada pada fase bulir terisi dan mulai menguning.
Jika kondisi cuaca tetap mendukung, proses panen diperkirakan bisa dilakukan dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Meski begitu, ia mengaku belum dapat memastikan hasil panen kali ini akan maksimal.
Stabilitas cuaca, menurutnya, sangat menentukan kualitas gabah yang akan dipanen.
“Kalau hujan terus saat panen, biasanya gabah jadi jelek. Kami berharap cuaca agak panas supaya panen lancar,” katanya.
Hal senada juga disampaikan petani lainnya, Suryani (52).
Ia menuturkan kondisi lahan pertanian saat ini masih cukup aman karena pasokan air irigasi di kawasan tersebut masih tersedia dan belum menunjukkan tanda-tanda kekeringan.