Gorontalo Hari Ini
Akibat Hujan Deras, Pagar Jalan Ambruk dan Nyaris Timpa Rumah Warga Botu Gorontalo
Hujan deras yang mengguyur Kota Gorontalo menyebabkan sebuah pagar pembatas jalan di Kelurahan Botu, Kecamatan Dumbo Raya, ambruk
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pagar-ambruk-nyaris-menimpa-rumah-Mardia-Tahir.jpg)
Ringkasan Berita:
- Hujan deras di Kelurahan Botu, Dumbo Raya, menyebabkan pagar pembatas Jalan Sapta Marga roboh dan materialnya nyaris menimpa rumah warga.
- Rumah milik Mardia Tahir berada lebih rendah dari badan jalan, sehingga rentan tertimpa material dari atas. Sebelumnya juga pernah terjadi insiden batu jatuh dan bentor terperosok ke atap rumah.
- Separuh pagar sepanjang 20 meter sudah ambruk, menimbulkan ancaman longsor dan membahayakan pengguna jalan
TRIBUNGORONTALO.COM – Hujan deras yang mengguyur Kota Gorontalo menyebabkan sebuah pagar pembatas jalan di Kelurahan Botu, Kecamatan Dumbo Raya, ambruk.
Material pagar tersebut nyaris menghantam rumah warga yang berada tepat di bawahnya.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa (31/4/2026) siang, sesaat setelah waktu salat zuhur. Pagar yang berdiri di tepi Jalan Sapta Marga—akses strategis penghubung wilayah Talumolo hingga kawasan pesisir—diduga roboh karena tidak mampu menahan tekanan air akibat intensitas hujan yang tinggi.
Pemilik rumah, Mardia Tahir, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem menjadi pemicu utama insiden tersebut.
"Hujan turun terus-menerus, sehingga (pagar) itu akhirnya roboh," ujarnya saat ditemui pada Kamis (2/4/2026).
Risiko kerusakan diperparah oleh posisi rumah yang berada jauh lebih rendah dari badan jalan. Jalan raya tersebut terletak di bagian atas dengan ketinggian sekitar dua meter dari posisi rumah. Saat pagar pembatas roboh, material beton langsung terjatuh ke arah area hunian Mardia.
Baca juga: Saksi Ungkap Detik-detik Deice Lahia Meninggal Tertimpa Bangunan Akibat Gempa di Sulut
Ancaman dari atas tebing ini ternyata bukan yang pertama kalinya. Mardia mengungkapkan bahwa sebelumnya sering terjadi insiden material jatuh yang membahayakan penghuni rumah.
"Pernah ada batu jatuh dari atas tebing, bahkan dulu ada bentor yang terperosok hingga ke atap rumah," ungkapnya mengenang kejadian serupa.
Dari total panjang pagar sekitar 20 meter, separuhnya kini telah ambruk. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi Mardia dan keluarganya. Ia merasa waswas jika kerusakan tidak segera ditangani oleh pihak terkait, badan jalan di atas rumahnya bisa ikut longsor dan menimpa bangunan rumah.
Selain mengkhawatirkan keselamatan rumahnya, Mardia juga mencemaskan keselamatan para pengguna jalan, terutama saat malam hari.
"Apalagi kalau malam hari, di sini juga tidak ada lampu jalan (merkuri)," pungkasnya.
Prakiraan Cuaca di Kota Gorontalo
Untuk menghindari potensi cuaca ekstrem, warga Gorontalo perlu mengetahui prakiraan cuaca di Kota Gorontalo. Berikut informasinya seperti dilansir TribunGorontalo.com, Kamis (2/4/2026).
Kota Barat: Berawan, suhu 24–31 °C, kelembapan 73–91 persen.
Kota Selatan: Berawan, suhu 24–31 °C, kelembapan 73–91 persen.
Kota Utara: Berawan, suhu 24–30 °C, kelembapan 72–90 persen.
Dungingi: Berawan, suhu 24–31 °C, kelembapan 73–91 persen.
Kota Timur: Berawan, suhu 24–31 °C, kelembapan 72–90 persen.
Kota Tengah: Berawan, suhu 24–30 °C, kelembapan 73–91 persen.
Sipatana: Berawan, suhu 24–30 °C, kelembapan 73–91 persen.
Dumbo Raya: Berawan, suhu 25–31 °C, kelembapan 72–90 persen.
Hulonthalangi: Berawan, suhu 24–31 °C, kelembapan 74–90 persen.
Mayoritas wilayah Kota Gorontalo diprakirakan berawan pada Kamis, dengan suhu udara berkisar antara 24 hingga 31 °C dan kelembapan cukup tinggi sehingga udara terasa lembap.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan ringan yang dapat terjadi sewaktu‑waktu serta memperhatikan kondisi cuaca saat beraktivitas di luar ruangan. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.