Selasa, 24 Maret 2026

Pemkot Gorontalo

Pemkot Gorontalo Turun Tangan Bantu Korban Kebakaran Huangobotu, Beri Pangan dan Pakaian

Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo memberi bantuan korban kebakaran di Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, Selasa (24/3/2026).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pemkot Gorontalo Turun Tangan Bantu Korban Kebakaran Huangobotu, Beri Pangan dan Pakaian
TribunGorontalo.com
BANTUAN KEBAKARAN -- Sekda Kota Gorontalo, Ismail Madjid menyerahkan langsung bantuan barang, pangan, dan pakaian untuk korban kebakaran di Huangobotu, Selasa (24/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemkot Gorontalo menyalurkan bantuan darurat bagi korban kebakaran Huangobotu sebagai langkah awal pemulihan pascakehilangan tempat tinggal.
  • Bantuan masih difokuskan pada kebutuhan dasar, sementara upaya pembangunan kembali rumah korban masih menunggu koordinasi lintas pihak, termasuk Baznas.
  • Di tengah keterbatasan skema bantuan, pemerintah menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat karena kasus kebakaran di 2026 terus meningkat.
 

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo memberi bantuan korban kebakaran di Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, Selasa (24/3/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid, bersama sejumlah instansi terkait sebagai bentuk respon cepat pemerintah terhadap musibah yang terjadi sehari sebelumnya.

Ismail Madjid mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan hasil kolaborasi sejumlah pihak terkait. 

“Alhamdulillah hari ini pemerintah Kota Gorontalo turun bersama beberapa pihak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan masih bersifat jangka pendek, dengan tujuan utama membantu kebutuhan dasar para korban pasca kehilangan tempat tinggal.

PEMKOT--Pemerintah Kota Gorontalo menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Huangobotu
PEMKOT--Pemerintah Kota Gorontalo menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Huangobotu Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo, Selasa (24/3/2026). Sumber foto:TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga.

“Bantuan ini sifatnya sementara dulu, jangka pendek. Paling tidak ada kepedulian dari pemerintah untuk membantu mereka bertahan di kondisi saat ini,” katanya.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa bahan pangan seperti beras dan makanan siap konsumsi, serta perlengkapan rumah tangga dasar.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan peralatan seperti kompor, pakaian layak pakai, hingga kebutuhan lainnya melalui Dinas Sosial.

“Termasuk juga pakaian, kemudian kebutuhan dasar lainnya. Itu semua untuk membantu aktivitas sehari-hari mereka,” jelasnya.

Tidak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada anak-anak korban kebakaran yang masih bersekolah. 

Pemerintah melalui Dinas Sosial akan membantu penyediaan seragam sekolah.

“Untuk anak-anak yang masih sekolah, nanti akan dibantu seragamnya. Ini penting supaya mereka tetap bisa bersekolah seperti biasa,” ujar Ismail.

Baca juga: Saat Pusat Baru Siapkan WFH, Gorontalo Klaim Sudah Lebih Dulu Terapkan WFA

Meski bantuan telah disalurkan, Ismail menegaskan bahwa bantuan tersebut belum mampu sepenuhnya memulihkan kondisi para korban, khususnya dalam hal pembangunan kembali rumah yang terbakar.

Menurutnya, pemerintah masih akan terus berupaya mencari solusi melalui koordinasi lintas pihak, termasuk Baznas dan pemerintah provinsi.

“Memang bantuan ini tidak langsung bisa membangun rumah mereka sampai selesai. Tapi pemerintah tetap berupaya memberikan support,” katanya.

Ia menyebut, ada program dari Baznas yang berpotensi membantu rehabilitasi rumah korban, meski masih menunggu proses dan ketersediaan program di tingkat pusat.

“Kita sudah koordinasi, termasuk dengan Baznas. Insyaallah kalau ada program dari pusat, kita akan kolaborasi untuk rehab rumah yang terbakar,” ujarnya.

Ismail juga mengakui, kebakaran tidak sepenuhnya masuk dalam kategori bencana tertentu yang memiliki skema bantuan besar seperti bencana alam. Namun demikian, pemerintah tetap hadir untuk memberikan dukungan.

“Memang kebakaran ini bukan kategori bencana tertentu yang langsung ada bantuan besar, tapi pemerintah tetap hadir untuk membantu dan memfasilitasi korban,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail turut mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh kelalaian penggunaan peralatan listrik di rumah.

Ia mencontohkan kebiasaan sederhana seperti mencabut colokan listrik sebelum meninggalkan rumah sebagai langkah pencegahan yang penting.

“Hal-hal kecil seperti colokan charger, kipas angin, atau peralatan listrik lainnya harus diperhatikan. Kalau keluar rumah, sebaiknya dicabut semua untuk menghindari risiko,” katanya.

Selain itu, kondisi rumah yang sudah tua juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

“Rumah-rumah yang sudah tua juga perlu dicek dan diperbaiki. Ini bagian dari upaya pencegahan,” ujarnya.

Ismail berharap kejadian kebakaran ini menjadi pelajaran bersama agar ke depan masyarakat lebih waspada dan kejadian serupa tidak terulang.

Baca juga: Aksi Heroik Irwan Husna, Warga Huangobotu Gorontalo Selamatkan Ibu dari Kebakaran Rumah

“Ini sudah kejadian yang kelima di tahun 2026. Mudah-mudahan ini jadi yang terakhir. Kita semua berharap ke depan tidak ada lagi kebakaran seperti ini,” katanya.

Di tengah musibah yang dialami, pemerintah juga menyampaikan harapan agar para korban tetap kuat dan mampu melewati cobaan tersebut.

Ismail menegaskan, pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan, meski secara bertahap dan sesuai kemampuan yang ada.

“Kita berharap mereka tetap sabar menghadapi cobaan ini. Insyaallah akan ada jalan keluar dan pengganti yang lebih baik,” tutupnya.(*/Jefri)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved