Kecelakaan Maut Minsel
FULL Wawancara Eksklusif Tribun Gorontalo Bersama Ibu dan Adik Korban Kecelakaan Maut di Minsel
Duka mendalam menyelimuti keluarga korban kecelakaan maut di Desa Sapa, Kecamatan Tenga
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Farida-Walangadi-ibu-Fanny-Anelsia-Mustaki-bersama-Reza-Mustaki.jpg)
Ringkasan Berita:
- Reza Mustaki dan ibunya mengetahui kabar kecelakaan dua kakak mereka saat berada di Manado pada pukul 08.30 Wita
- Seminggu sebelum kejadian, korban sempat mengirimkan video doa dan pesan permohonan maaf kepada sang ibu
- Berdasarkan kesaksian penumpang selamat, kecelakaan diduga terjadi akibat aksi kejar-kejaran antar-sopir di jalan
TRIBUNGORONTALO.COM – Duka mendalam menyelimuti keluarga korban kecelakaan maut di Desa Sapa, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.
Dua kakak beradik meninggal dunia dalam insiden tragis tersebut.
Mereka adalah Fanny Anelsia Mustaki dan Yessi Sukersi Mustaki.
Sang adik bungsu, Reza Mustaki (32), bersama ibunya, Farida Walangadi (61), bercerita awal mula mengetahui kabar duka hingga kenangan terakhir bersama Fanny dan Yessi.
Berikut full wawancara ekslusif Tribun Gorontalo bersama ibu dan adik korban kecelakaan maut di Minsel.
Wawancara Reza Mustaki (Adik Korban)
Reza Mustaki:
"Iya, pada saat hari kejadian insiden itu, saya dengan mama ada di Manado. Jadi posisi kakak berdua ini pergi ke Manado untuk sama-sama hari raya di sana.
Karena kondisi kaki saya yang luka, jadi mereka berinisiatif ke Manado untuk bersama mama yang kebetulan ada sama-sama dengan saya di Manado.
Sebenarnya rasa khawatir itu sudah ada. Waktu mereka berangkat dari Gorontalo, biasanya mereka itu sudah kasih kabar. Tapi saat itu tidak ada firasat apa-apa.
Bangun sahur sekitar jam 7, biasanya jam 6 mereka sudah sampai. Tapi sampai jam 7 belum ada kabar.
Saya coba cek Facebook, tapi tidak ada berita kecelakaan yang muncul.
Karena tidak ada, saya coba tidur ulang. Sekitar jam setengah 9, ada teman yang memberi kabar kalau dengar informasi kecelakaan. Dari situ saya konfirmasi ke tetangga.
Dari cara mereka menyampaikan sambil menangis, saya sudah tahu keadaannya. Tapi saya bilang, saya mau cek dulu. Jadi sekitar setengah 9 baru saya benar-benar tahu."
Mendengar kabar tersebut, Reza berusaha menenangkan diri demi sang ibu, meski hatinya hancur.
Bagaimana Anda menghadapi kabar duka tersebut?
Reza Mustaki:
"Kalau saya jujur, saya coba tenang. Karena kalau saya tidak tenang, bagaimana dengan mama saya.
Saat saya dengar kabar itu, saya langsung matikan handphone, lalu bilang ke mama untuk sabar. Insya Allah sabar itu di awal, saat pertama dengar kabar buruk itu kita harus tahan diri.
Menangis, iya menangis. Tapi jangan sampai meratapi berlebihan atau menyalahkan takdir."
Di tengah duka, Reza memilih mengambil peran dalam proses pengurusan jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi kedua kakaknya.
Apa yang Anda lakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir?
Reza Mustaki:
"Saya minta izin ke keluarga untuk bantu urusan jenazah kedua kakak saya.
Saya hubungi teman-teman untuk siapkan pengurusan jenazah.
Saya juga minta izin untuk menjadi imam salat jenazah. Itu sebagai persembahan terakhir untuk mereka sebelum dimakamkan."
Menurut Reza, kedua kakaknya dikenal sebagai sosok yang baik dan penuh kepedulian di lingkungan sekitar.
Baca juga: Keluarga Fanny dan Yessi Mustaki di Gorontalo Buka Opsi Jalur Hukum: Supaya Tidak Ada Lagi Korban
Seperti apa sosok kedua kakak Anda di mata keluarga?
Reza Mustaki:
"Kalau tetangga saja bilang mereka sosok yang baik. Mereka sampai mencatat ulang tahun tetangga di kalender dan berusaha merayakan, walaupun sederhana.
Kalau ada yang meninggal di sekitar, mereka bantu dari awal sampai hari ke-40, bahkan dalam pembiayaan. Kebaikan mereka itu berlipat-lipat."
Reza juga mengungkapkan adanya momen yang kini terasa sebagai firasat sebelum kepergian sang kakak.
Apakah ada tanda-tanda sebelum kejadian?
Reza Mustaki:
"Seminggu sebelumnya, hari Jumat, kakak kedua kirim video doa kepada orang tua. Kakak pertama kasih caption mohon maaf ibu.
Biasanya minta maaf itu hanya di momen Lebaran, tapi ini terjadi sebelumnya."
Terkait kronologi kecelakaan, Reza menyebut berdasarkan kesaksian penumpang selamat, insiden diduga dipicu aksi kejar-kejaran di jalan.
Apa yang Anda ketahui terkait kronologi kecelakaan?
Reza Mustaki:
"Kalau dari persaksian salah satu penumpang yang selamat, terjadi kejar-kejaran antara sopir.
Penumpang sempat menyarankan pelan-pelan karena ada yang tidur.
Tapi ada kendaraan lain yang tidak memberi jalan saat mau mendahului.
Sampai akhirnya sopir banting setir dan menabrak pohon, sehingga terjadi kecelakaan."
Keluarga berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi para pengemudi agar lebih mengutamakan keselamatan penumpang.
Apa harapan Anda ke depan?
Reza Mustaki:
"Mudah-mudahan ini jadi efek jera bagi sopir-sopir agar tidak membawa emosi di jalan.
Karena kalau ajal memang sudah datang, di mana pun bisa terjadi.
Tapi jangan sampai karena emosi dan gengsi di jalan, mengorbankan nyawa penumpang."
Sementara itu, sang ibu, Farida Walangadi, hanya bisa mengenang kebaikan anak-anaknya semasa hidup.
Baca juga: Breaking News: Pria Lansia di Desa Suka Makmur Gorontalo Ditemukan Meninggal usai Warungnya Terbakar
Wawancara Farida Walangadi (Ibu Korban)
Apa hal paling berkesan dari kedua anak Anda?
Farida Walangadi:
"Kalau saya itu setiap saat, apa yang saya butuhkan pasti ada. Makanya kalau ditanya mau apa, saya tidak pernah minta apa-apa."
Ia juga mengungkapkan kenangan terakhir yang kini terasa begitu mengiris hati.
Apakah ada kenangan terakhir yang membekas?
Farida Walangadi:
"Masih ada barang-barang mereka dalam plastik. Biasanya itu mau diberikan ke orang lain.
Ada daster sekitar delapan, ada blus-blus juga. Mungkin sudah mereka niatkan untuk diberikan ke seseorang."
Di balik duka mendalam, keluarga mengenang kedua korban sebagai pribadi yang penuh kebaikan dan kepedulian.
Mereka berharap tragedi ini menjadi peringatan agar keselamatan di jalan tidak lagi diabaikan. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.