Berita Gorontalo
Operasi Ketupat Otanaha 2026 Digelar, 1.760 Personel Disiagakan, 30 Pos Kawal Mudik hingga Ketupat
Menjelang arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Polda Gorontalo menggelar Operasi Ketupat Otanaha 2026 dengan skala pengamanan besar.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/OPERASI-Ribuan-personel-gabungan-disiagakan-dalam-Operasi-Ketupat-Otanaha-2026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Operasi Ketupat Otanaha 2026 di Gorontalo melibatkan 1.760 personel gabungan dengan 30 pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu untuk mengawal arus mudik hingga Lebaran Ketupat.
- Pengamanan difokuskan pada potensi kerawanan seperti kemacetan saat takbiran, lonjakan mobilitas, hingga ancaman bencana alam di sejumlah wilayah.
- Salah satu titik strategis, Pospam Telaga, berperan penting mengurai kemacetan dan menjaga keamanan dengan dukungan lintas instansi serta patroli intensif.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Menjelang arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Polda Gorontalo menggelar Operasi Ketupat Otanaha 2026 dengan skala pengamanan besar.
Sebanyak 1.760 personel gabungan diterjunkan dan 30 pos didirikan di titik-titik strategis untuk memastikan kelancaran dan keamanan masyarakat selama momentum Lebaran.
Operasi ini berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Baca juga: Breaking News: Rumah Kontrakan di Talumolo Terbakar, Ledakan Diduga karena Tabung Gas
Direktur Lalu Lintas Polda Gorontalo, Kombes Pol Lukman Cahyono, mengatakan kekuatan personel terdiri dari 1.104 anggota Polri, 163 personel TNI, serta 493 personel dari instansi terkait lainnya.
Ribuan personel tersebut disebar dalam berbagai tugas, mulai dari penjagaan di pos pengamanan hingga patroli mobile di jalur-jalur rawan.
Lukman menegaskan, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas meski anggota juga diberikan kesempatan bersilaturahmi secara bergantian.
“Tentunya hak anggota untuk bersilaturahmi akan tetap diakomodir secara bergantian, yang pasti pelayanan kepada masyarakat tidak akan terganggu,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Dalam operasi ini, Polda Gorontalo mendirikan 30 pos yang tersebar di seluruh wilayah hukum Polres jajaran.
Rinciannya terdiri dari 17 pos pengamanan, 7 pos pelayanan, dan 6 pos terpadu yang ditempatkan di lokasi-lokasi strategis.
Keberadaan pos tersebut tidak hanya berfungsi untuk pengaturan lalu lintas, tetapi juga mencakup pengamanan kamtibmas, penanganan kecelakaan, hingga pelanggaran lalu lintas.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan kesehatan serta bantuan kendaraan jika mengalami kendala selama perjalanan mudik.
Polda Gorontalo turut memetakan sejumlah potensi kerawanan yang menjadi fokus pengamanan.
Aktivitas masyarakat menjelang Lebaran seperti sahur on the road, berburu kebutuhan hari raya, hingga peningkatan aktivitas ibadah menjadi perhatian utama.
Selain itu, malam takbiran diprediksi menjadi salah satu titik rawan kemacetan akibat takbir keliling yang kerap memadati ruas jalan.
Pengamanan juga akan berlanjut hingga perayaan hari raya Ketupat yang dikenal memicu lonjakan mobilitas masyarakat.
“Berdasarkan pengalaman kami sebelumnya, kerawanan kemacetan ini menjadi atensi saat hari raya Ketupat,” ungkap Lukman.
Tak hanya itu, potensi bencana alam seperti tanah longsor juga diantisipasi, mengingat beberapa wilayah di Gorontalo memiliki kondisi geografis yang rawan.
Pospam Telaga Jadi Titik Krusial Pengurai Macet
Salah satu titik strategis dalam operasi ini berada di Pos Pengamanan (Pospam) Idulfitri di kawasan Telaga Park, Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Pos ini dinilai vital karena berada di jalur penghubung antara Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo, tepatnya di sekitar Jembatan Telaga.
Kapolsek Telaga, Iptu Fredy Yasin, menjelaskan pos tersebut telah beroperasi sejak 13 Maret dan akan aktif hingga 25 Maret 2026. Selain pengamanan, pos ini juga difungsikan sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat, khususnya para pemudik.
“Fungsi dari pos ini adalah untuk meminimalisir segala bentuk kejahatan atau tindak pidana pada saat mudik atau perayaan Lebaran,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pengamanan di Pospam Telaga melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga Dinas Kesehatan. Khusus personel kepolisian, sebanyak 28 anggota diterjunkan yang merupakan gabungan dari Polres dan Polsek.
Menurut Fredy, sejak didirikan, pos tersebut cukup efektif dalam menjaga keamanan sekaligus mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Telaga, terutama pada jam-jam sibuk.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan pos pengamanan, terutama bagi warga yang akan mudik dan meninggalkan rumah dalam waktu tertentu.
“Masyarakat bisa melapor jika akan meninggalkan rumah, sehingga bisa dimonitor oleh personel,” jelasnya.
Pihak kepolisian memastikan akan melakukan patroli rutin guna menjaga keamanan lingkungan yang ditinggalkan pemiliknya selama mudik.
Sejauh ini, situasi di lapangan terpantau aman dan kondusif. Meski sempat terjadi kemacetan pada waktu tertentu, hal tersebut dapat diatasi melalui rekayasa lalu lintas oleh petugas.
Fredy menegaskan, seluruh personel tetap siaga penuh selama operasi berlangsung tanpa ada libur, termasuk saat hari raya.
“Tidak ada libur bagi anggota kepolisian, Lebaran pun tetap bertugas,” pungkasnya.
Pantauan TribunGorontalo.com di lokasi menunjukkan suasana di sekitar Pospam Telaga berjalan kondusif. Personel tampak siaga penuh di lapangan, sementara arus lalu lintas terpantau lancar dan terkendali tanpa kemacetan berarti. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.