Tumbiltohe Gorontalo 2026
Tumbilotohe Bawah Laut di Gorontalo, Penyelam Pasang 60 Lampu di Kedalaman 8 Meter
Kali ini, perayaan malam pasang lampu tidak hanya berlangsung di daratan, tetapi juga digelar di bawah laut oleh komunitas penyelam Gorontalo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TUMBILOTOHE-Detik-detik-Tumbilotohe-di-dasar-laut-di-Bone-Bolango.jpg)
Tidak hanya menjaga tradisi, kegiatan ini juga dinilai sebagai langkah kreatif dalam memperkenalkan potensi wisata bahari di Gorontalo.
Dengan konsep unik, Tumbilotohe bawah laut diharapkan mampu menarik perhatian lebih luas.
Hanny Chandra menyebutkan bahwa ke depan kegiatan serupa diharapkan dapat digelar lebih maksimal, baik dari sisi perlengkapan maupun dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
Di sisi lain, perwakilan komunitas penyelam Wawahe’a Gorontalo, Darman Syah Lubis, mengungkapkan bahwa Tumbilotohe bawah laut bukan kegiatan baru.
Tradisi ini telah dijalankan secara konsisten selama tujuh tahun setiap bulan Ramadan.
Menurutnya, keterlibatan komunitas penyelam menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan wisata maritim, sekaligus upaya menjaga kelestarian lingkungan laut.
Pada pelaksanaan tahun ini, panitia memasang sekitar 60 lampu berwarna khusus di dasar laut.
Seluruh aktivitas juga didokumentasikan untuk kemudian disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial.
Dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan ini mulai mendapat perhatian dari wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Meski demikian, Darman menilai masih diperlukan dukungan lebih besar agar pelaksanaan Tumbilotohe bawah laut dapat dikembangkan menjadi lebih meriah dan modern.
Ia juga menyebut telah ada sinyal dukungan dari Wakil Gubernur, yang berencana mendorong kegiatan tersebut agar mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Provinsi Gorontalo pada pelaksanaan berikutnya.
(*)