Selasa, 17 Maret 2026

Berita Kesehatan Gorontalo

Pola Makan Sehari-hari Berperan Besar Kendalikan Tekanan Darah Tinggi dan Diabetes

Tekanan darah tinggi dan diabetes merupakan dua penyakit kronis yang sangat umum terjadi di berbagai belahan dunia. Kedua kondisi ini sanga

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pola Makan Sehari-hari Berperan Besar Kendalikan Tekanan Darah Tinggi dan Diabetes
doc
DARAH TINGGI -- Ternyata pola makan bisa berpengaruh terhadap darah tinggi. 
Ringkasan Berita:
  • Pola makan sehari-hari memiliki peran penting dalam mengendalikan tekanan darah tinggi dan diabetes, dua penyakit kronis yang sering terjadi bersamaan karena berkaitan dengan gaya hidup. 
  • Mengurangi konsumsi garam, gula, lemak tidak sehat, serta memilih makanan segar seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan protein tanpa lemak
  • Perubahan kecil dalam pola makan yang dilakukan secara konsisten, ditambah konsultasi dengan tenaga medis, dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Tekanan darah tinggi dan diabetes merupakan dua penyakit kronis yang sangat umum terjadi di berbagai belahan dunia. Kedua kondisi ini sangat berkaitan dengan gaya hidup, terutama pola makan sehari-hari.

Jika Anda hidup dengan tekanan darah tinggi, diabetes, atau bahkan keduanya sekaligus, makanan yang dikonsumsi setiap hari dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan.

Kabar baiknya, dengan memilih makanan secara lebih bijak dan terencana, banyak orang mampu mengendalikan kadar gula darah serta tekanan darah dengan lebih baik, sekaligus meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Tekanan darah tinggi, yang juga dikenal sebagai hipertensi, terjadi ketika tekanan darah yang mendorong dinding arteri berada pada tingkat yang terlalu tinggi dalam waktu yang lama.

Arteri sendiri merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh.

Baca juga: Untuk Ketiga Kalinya Kotak Amal Masjid Terapung Pohuwato Gorontalo Dibobol Maling

Ketika tekanan darah terus-menerus tinggi, kondisi ini memberi beban tambahan pada jantung serta merusak pembuluh darah.

Dalam jangka panjang, kerusakan tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius seperti penyakit jantung, stroke, hingga gangguan pada ginjal.

Di sisi lain, diabetes merupakan kondisi kesehatan jangka panjang yang memengaruhi cara tubuh mengelola gula atau glukosa.

Dalam kondisi normal, tubuh menggunakan hormon yang disebut insulin untuk memindahkan glukosa dari aliran darah ke dalam sel-sel tubuh agar dapat digunakan sebagai sumber energi.

Namun pada penderita diabetes, tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.

Akibatnya, kadar gula dalam darah menjadi terlalu tinggi. Jika berlangsung lama, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak berbagai organ penting seperti jantung, ginjal, mata, hingga saraf.

Karena kedua kondisi ini sama-sama memengaruhi jantung dan pembuluh darah, tekanan darah tinggi dan diabetes sering kali terjadi secara bersamaan.

Banyak kebiasaan gaya hidup yang memicu diabetes juga dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Salah satu faktor paling penting yang memengaruhi kedua penyakit ini adalah pola makan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Besok Selasa, 17 Maret 2026: Berawan Hampir di Seluruh Wilayah Gorontalo

Apa yang dikonsumsi setiap hari dapat membantu mengendalikan penyakit tersebut atau justru memperburuk kondisi kesehatan.

Salah satu hal paling penting yang perlu diperhatikan adalah asupan garam. Garam mengandung natrium yang dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan.

Cairan tambahan ini meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah dan membuat jantung bekerja lebih keras.

Dalam jangka panjang, terlalu banyak natrium dalam makanan dapat meningkatkan tekanan darah dan memperbesar risiko penyakit jantung.

Para ahli kesehatan, termasuk dari American Heart Association, merekomendasikan agar sebagian besar orang dewasa membatasi konsumsi natrium hingga tidak lebih dari 2.300 miligram per hari.

Bagi orang yang sudah memiliki tekanan darah tinggi, batas yang disarankan bahkan lebih rendah, yaitu sekitar 1.500 miligram per hari.

Namun tanpa disadari, banyak orang mengonsumsi natrium jauh lebih banyak dari jumlah tersebut karena kandungan garam sering tersembunyi dalam berbagai makanan olahan.

Contohnya seperti daging olahan, sup kalengan, makanan beku siap saji, makanan cepat saji, mi instan, hingga camilan kemasan. Produk-produk tersebut umumnya mengandung kadar natrium yang tinggi.

Membaca label nutrisi pada kemasan makanan dengan lebih teliti dan memilih produk rendah natrium dapat membantu mengurangi konsumsi garam tersembunyi ini.

Selain itu, memasak lebih banyak makanan sendiri di rumah menggunakan bahan segar juga menjadi cara efektif untuk mengontrol jumlah garam dalam makanan.

Selain garam, gula juga menjadi perhatian besar, terutama bagi penderita diabetes. Mengonsumsi terlalu banyak gula membuat tubuh sulit mengendalikan kadar glukosa dalam darah.

Minuman manis menjadi salah satu sumber gula berlebih terbesar dalam pola makan banyak orang.

Minuman bersoda, minuman energi, kopi manis, hingga beberapa jenis jus buah mengandung kadar gula yang tinggi namun hanya sedikit memberikan nilai gizi.

Jika dikonsumsi secara rutin, minuman tersebut dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang pada akhirnya meningkatkan risiko diabetes maupun tekanan darah tinggi.

Berat badan berlebih juga membuat tubuh semakin sulit menggunakan insulin dengan baik.

Dalam jangka panjang, pola makan yang tinggi gula rafinasi dan karbohidrat sederhana dapat memicu berkembangnya diabetes tipe 2.

Jenis lemak yang dikonsumsi juga memainkan peran penting dalam mengelola kedua kondisi tersebut. Tidak semua lemak berdampak buruk bagi kesehatan.

Lemak jenuh dan lemak trans diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat, merusak pembuluh darah, serta meningkatkan risiko penyakit jantung.

Jenis lemak tidak sehat ini sering ditemukan dalam makanan yang digoreng, kue-kue, camilan kemasan, serta produk yang dibuat dengan minyak terhidrogenasi.

Sebaliknya, ada pula jenis lemak yang lebih sehat bagi tubuh. Makanan seperti alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, dan biji-bijian mengandung lemak yang dapat mendukung kesehatan jantung.

Lemak sehat ini membantu menurunkan kadar kolesterol berbahaya serta meningkatkan respons tubuh terhadap insulin.

Pilihan sumber protein juga tidak kalah penting. Daging merah dan produk susu tinggi lemak mengandung kadar lemak jenuh yang cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan kolesterol dan memperburuk kesehatan jantung.

Sebagai alternatif yang lebih sehat, sumber protein tanpa lemak bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Ayam, kalkun, ikan, kacang-kacangan, lentil, serta tahu mengandung nutrisi penting tanpa tambahan lemak tidak sehat.

Konsumsi alkohol juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi tekanan darah maupun kadar gula darah.

Minum alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan bahkan mengganggu efektivitas obat yang digunakan untuk mengendalikan hipertensi.

Bagi penderita diabetes, alkohol juga dapat menyebabkan perubahan kadar gula darah yang sulit diprediksi.

Dalam beberapa kasus, alkohol dapat membuat kadar gula darah meningkat, namun pada kondisi lain justru bisa menurunkannya secara drastis.

Selain itu, konsumsi biji-bijian olahan atau refined grains juga sebaiknya dibatasi.

Makanan seperti roti putih, nasi putih, dan sereal sarapan manis dicerna dengan sangat cepat oleh tubuh sehingga menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

Sebagai gantinya, biji-bijian utuh atau whole grains menjadi pilihan yang lebih sehat.

Beras merah, roti gandum utuh, oat, barley, serta quinoa dicerna lebih lambat oleh tubuh dan mengandung serat, vitamin, serta mineral yang membantu mengendalikan kadar gula darah dengan lebih baik.

Mengelola tekanan darah tinggi dan diabetes bukan berarti harus sepenuhnya menghindari satu jenis makanan tertentu. Yang lebih penting adalah membangun pola makan yang seimbang dan sehat secara konsisten dalam jangka panjang.

Mengurangi makanan tinggi garam, membatasi minuman manis, menghindari lemak tidak sehat, serta memilih bahan makanan segar dan alami dapat membantu melindungi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Perubahan pola makan juga tidak harus dilakukan secara drastis. Perubahan kecil yang dilakukan secara bertahap dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan.

Misalnya dengan lebih sering minum air putih dibandingkan minuman bersoda, atau mengganti biji-bijian olahan dengan biji-bijian utuh. Langkah sederhana seperti ini dapat memberikan perbedaan yang signifikan dalam jangka panjang.

Selain itu, bekerja sama dengan dokter atau ahli gizi juga dapat memberikan manfaat besar.

Para profesional kesehatan tersebut dapat memberikan saran yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu serta membantu menyusun rencana makan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan dan gaya hidup.

Dengan pengetahuan yang tepat serta konsistensi dalam membuat pilihan hidup yang sehat, orang yang hidup dengan tekanan darah tinggi maupun diabetes tetap dapat mengambil langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Bagi yang peduli dengan kesehatan tekanan darah, berbagai penelitian juga menyoroti sejumlah temuan penting.

Beberapa studi menyebutkan bahwa obat tekanan darah yang banyak digunakan kemungkinan berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit mata serta penurunan fungsi kognitif.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa memeriksa tekanan darah saat berbaring dapat memberikan informasi penting mengenai kondisi kesehatan seseorang.

Selain itu, menurunkan angka tekanan darah sistolik hingga di bawah 120 mmHg dinilai efektif dalam membantu mencegah penyakit jantung. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 17 Maret 2026 (27 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:02
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved