Berita Kota Gorontalo
Juru Parkir Pasar Senggol Gorontalo Andalkan Keramaian Jelang Lebaran, Tarif Naik Saat Tumbilotohe
Pasar Senggol di Kota Gorontalo tak hanya menjadi tempat pedagang mencari rezeki selama Ramadan, tetapi juga memberi peluang bagi juru parkir musiman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/JUKIR-Potret-juru-parkir-jukir-di-Pasar-Senggol-Kota-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Juru parkir di kawasan Pasar Senggol Kota Gorontalo mulai mengandalkan keramaian Ramadan untuk menambah penghasilan menjelang Lebaran.
- Ismail Polontalo menyebut tarif parkir saat ini masih Rp2.000 dan akan naik menjadi Rp5.000
- Keduanya berharap jumlah pengunjung Pasar Senggol terus bertambah agar pendapatan ikut naik
(Penulis: Putri Salsabilah, Mahasiswa Magang Jurnalistik UNG)
TRIBUNGORONTALO.COM – Pasar Senggol di Kota Gorontalo tak hanya menjadi tempat pedagang mencari rezeki selama Ramadan, tetapi juga memberi peluang bagi juru parkir musiman.
Di sejumlah titik parkir sekitar kawasan Pasar Senggol, para juru parkir mulai bersiaga sejak pagi hingga malam hari untuk mengatur kendaraan pengunjung yang datang berbelanja.
Salah satu juru parkir, Ismail Polontalo (63), mengaku sudah sekitar 25 tahun menjaga parkiran di Pasar Senggol.
Warga Kelurahan Biawao itu bertugas di Jalan Raja Eyato, tepatnya di area Toko Pokaka Houseware.
Menurut Ismail, tarif parkir saat ini masih Rp2.000 per kendaraan. Namun tarif tersebut akan naik menjadi Rp5.000 saat malam Tumbilotohe.
“Sekarang masih Rp2.000, nanti kalau sudah malam pasang lampu naik jadi Rp5.000, karena setoran ke Dinas Perhubungan juga ikut naik,” ujar Ismail.
Ia mengatakan, kondisi Pasar Senggol saat ini belum terlalu padat. Menurutnya, jumlah pengunjung masih belum seramai tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga: Pulang Kampung ke Gorontalo, Fajar Sadboy Bakal Stay 2 Minggu di Rumah Ortu
“Sekarang masih belum terlalu ramai, masih seperti pasar malam biasa,” katanya.
Meski begitu, Ismail tetap optimistis jumlah pengunjung akan meningkat saat mendekati Lebaran, terutama saat malam Tumbilotohe.
Ia mengaku biasanya mulai bekerja sejak pukul 10.00 Wita hingga dini hari. Bahkan saat puncak keramaian, ia bisa berjaga sampai pukul 04.00 Wita.
Untuk menjaga kenyamanan kendaraan pengunjung, Ismail menyiapkan cara sederhana. Helm pengendara dibungkus plastik saat hujan, sementara jok motor ditutup kardus pada siang hari agar tidak terlalu panas.
“Kalau hujan, helm kami bungkus plastik. Kalau siang, jok motor kami kasih kardus supaya tidak panas,” jelasnya.
Juru parkir lainnya, Rifal Djafar (55), juga mengandalkan momen Pasar Senggol untuk menambah penghasilan selama Ramadan.
Rifal sudah 11 tahun menjaga parkiran di kawasan yang sama, tepatnya di samping pintu masuk Pasar Senggol di area Toko Cahaya Ananda, Jalan Raja Eyato Nomor 77.
Baca juga: Jauh-jauh dari Manado, Erna Ahmad Pilih Buka Lapak di Pasar Senggol Gorontalo
Berbeda dengan Ismail, Rifal mengaku menyewa lahan parkir khusus motor kepada pihak swasta dengan biaya Rp50 ribu per hari.
“Kalau saya sewa tempat parkir motor, bayar Rp50 ribu per hari,” kata Rifal.
Menurutnya, waktu paling ramai biasanya terjadi pada pagi hari sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 Wita, lalu kembali padat pada sore hingga malam hari, mulai pukul 15.00 sampai 23.00 Wita.
Sementara pada siang hari, kondisi cenderung lebih sepi karena cuaca panas dan banyak warga memilih tetap berada di rumah saat berpuasa.
“Kalau siang biasanya sepi, panas, orang juga masih puasa jadi belum banyak keluar,” ujarnya.
Rifal memperkirakan pendapatannya saat ini masih di bawah Rp500 ribu per hari. Namun, ia yakin angka itu akan meningkat mendekati Lebaran.
Baca juga: Fajar Sadboy Pulang Kampung ke Suwawa Gorontalo, Pilih Motoran Sendiri dari Bandara
“Kalau sudah H-3 Lebaran biasanya bisa sampai Rp800 ribu,” ungkapnya.
Ia juga memastikan keamanan kendaraan yang diparkir di lokasi tersebut tetap menjadi perhatian utama.
“Alhamdulillah, tiap tahun belum pernah ada laporan kehilangan. Kami tetap pantau terus. Kalau ada apa-apa, itu tanggung jawab kami,” tambah Rifal.
Menurut Rifal, saat malam Tumbilotohe nanti arus lalu lintas di sekitar Pasar Senggol biasanya akan dibuat satu arah untuk mengurangi kemacetan.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.