Senin, 23 Maret 2026

Berita Kota Gorontalo

Juru Parkir Pasar Senggol Gorontalo Andalkan Keramaian Jelang Lebaran, Tarif Naik Saat Tumbilotohe

Pasar Senggol di Kota Gorontalo tak hanya menjadi tempat pedagang mencari rezeki selama Ramadan, tetapi juga memberi peluang bagi juru parkir musiman

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Juru Parkir Pasar Senggol Gorontalo Andalkan Keramaian Jelang Lebaran, Tarif Naik Saat Tumbilotohe
TribunGorontalo.com
JUKIR -- Potret juru parkir (jukir) di Pasar Senggol Kota Gorontalo, Sabtu (14/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Juru parkir di kawasan Pasar Senggol Kota Gorontalo mulai mengandalkan keramaian Ramadan untuk menambah penghasilan menjelang Lebaran. 
  • Ismail Polontalo menyebut tarif parkir saat ini masih Rp2.000 dan akan naik menjadi Rp5.000
  • Keduanya berharap jumlah pengunjung Pasar Senggol terus bertambah agar pendapatan ikut naik

 

(Penulis: Putri Salsabilah, Mahasiswa Magang Jurnalistik UNG)

TRIBUNGORONTALO.COM – Pasar Senggol di Kota Gorontalo tak hanya menjadi tempat pedagang mencari rezeki selama Ramadan, tetapi juga memberi peluang bagi juru parkir musiman.

Di sejumlah titik parkir sekitar kawasan Pasar Senggol, para juru parkir mulai bersiaga sejak pagi hingga malam hari untuk mengatur kendaraan pengunjung yang datang berbelanja.

Salah satu juru parkir, Ismail Polontalo (63), mengaku sudah sekitar 25 tahun menjaga parkiran di Pasar Senggol.

Warga Kelurahan Biawao itu bertugas di Jalan Raja Eyato, tepatnya di area Toko Pokaka Houseware.

Menurut Ismail, tarif parkir saat ini masih Rp2.000 per kendaraan. Namun tarif tersebut akan naik menjadi Rp5.000 saat malam Tumbilotohe.

“Sekarang masih Rp2.000, nanti kalau sudah malam pasang lampu naik jadi Rp5.000, karena setoran ke Dinas Perhubungan juga ikut naik,” ujar Ismail.

Ia mengatakan, kondisi Pasar Senggol saat ini belum terlalu padat. Menurutnya, jumlah pengunjung masih belum seramai tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Pulang Kampung ke Gorontalo, Fajar Sadboy Bakal Stay 2 Minggu di Rumah Ortu

“Sekarang masih belum terlalu ramai, masih seperti pasar malam biasa,” katanya.

Meski begitu, Ismail tetap optimistis jumlah pengunjung akan meningkat saat mendekati Lebaran, terutama saat malam Tumbilotohe.

Ia mengaku biasanya mulai bekerja sejak pukul 10.00 Wita hingga dini hari. Bahkan saat puncak keramaian, ia bisa berjaga sampai pukul 04.00 Wita.

Untuk menjaga kenyamanan kendaraan pengunjung, Ismail menyiapkan cara sederhana. Helm pengendara dibungkus plastik saat hujan, sementara jok motor ditutup kardus pada siang hari agar tidak terlalu panas.

“Kalau hujan, helm kami bungkus plastik. Kalau siang, jok motor kami kasih kardus supaya tidak panas,” jelasnya.

Juru parkir lainnya, Rifal Djafar (55), juga mengandalkan momen Pasar Senggol untuk menambah penghasilan selama Ramadan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved