Arus Mudik Gorontalo
Arus Mudik Jelang Idulfitri Meningkat di Pelabuhan Ferry Gorontalo, ASDP Siapkan Double Trip
Arus mudik penumpang di Pelabuhan Ferry Gorontalo mengalami peningkatan menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pelabuhan-Ferry-Gorontalo-dddd666.jpg)
Kepala Wasatpel Pelabuhan Ferry Gorontalo, Deni Abdul, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa angkutan lebaran.
Menurutnya, posko angkutan Lebaran akan mulai dibuka secara serentak pada Jumat 13 Maret 2026 hingga 30 Maret 2026.
“Untuk persiapan angkutan Lebaran, kami sudah menerima surat dari pusat bahwa pembukaan posko dimulai 13 Maret dan berakhir pada 30 Maret 2026,” ujar Deni saat ditemui wartawan tribungorontalo.com di Pelabuhan Ferry Gorontalo.
Ia mengatakan, saat ini peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terlihat meski belum signifikan. Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi sekitar tiga hari menjelang Lebaran.
“Kami perkirakan mungkin di H-3 akan menjadi puncak arus mudik,” katanya.
Pihak PT ASDP Indonesia Ferry akan memberlakukan sistem double trip mulai 15 Maret 2026. Double trip merupakan sistem penambahan frekuensi perjalanan kapal dalam satu hari, di mana kapal yang biasanya hanya melakukan satu kali perjalanan pulang pergi akan melakukan dua kali perjalanan dalam sehari.
Melalui sistem tersebut, kapal akan melakukan perjalanan pulang pergi setiap hari untuk menambah kapasitas angkut penumpang.
“Mulai 15 sampai 20 pihak ASDP akan melakukan double trip. Jadi kapal berangkat malam dari Gorontalo, tiba pagi, kemudian hanya melakukan embarkasi sekitar satu sampai dua jam lalu berangkat lagi,” jelasnya.
Setelah tiba di Gorontalo pada malam hari, kapal akan kembali melanjutkan perjalanan dengan pola yang sama hingga masa posko angkutan Lebaran berakhir.
Menurut Deni, kebijakan ini diambil berdasarkan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya ketika jumlah penumpang meningkat tajam saat musim mudik.
Ia menjelaskan bahwa kapasitas penumpang kapal tetap mengikuti ketentuan Surat Keputusan Keselamatan Pelayaran Kapal (SKKP).
“Misalnya KMP Moinit sesuai SKKP kapasitasnya 420 orang. Tahun-tahun sebelumnya pada momen tertentu bisa ditambah sampai 525 penumpang. Tahun ini tidak ada lagi penambahan, tetap sesuai SKKP yaitu 420 penumpang,” ungkapnya.
Penambahan frekuensi perjalanan kapal melalui sistem double trip diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan penumpang.
“Kami khawatir jangan sampai ada pemudik yang tertinggal. Dengan double trip ini mudah-mudahan semua penumpang bisa terlayani,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan untuk memprioritaskan pemudik selama masa angkutan Lebaran.