Profil Pejabat Gorontalo
Sosok Tati Irmawati, Lurah Bugis Kota Gorontalo: 4 Tahun Jadi Kasi Ekbang
Sosok Tati Irmawati memimpin Kelurahan Bugis, Kecamatan Kota Timur, Provinsi Gorontalo sejak Maret 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Lurah-Bugis-Tati-Irmawati.jpg)
Ringkasan Berita:
- Menjabat sebagai Lurah Bugis sejak Maret 2024, Tati merupakan lulusan S1 Manajemen Keuangan (2009) yang telah mengabdi sebagai PNS sejak 2010
- Memimpin wilayah dengan 5.321 jiwa, ia fokus pada pendekatan persuasif untuk menangani disorganisasi keluarga dan konflik sosial akibat kepadatan penduduk serta arus migrasi.
- Mengalokasikan 70 persen dana kelurahan untuk normalisasi drainase guna mengatasi luapan Sungai Bone, serta menjalin kolaborasi akademis dengan UNG untuk tata kelola sampah dan banjir
(Penulis: Putri Salsabilah, Mahasiswa Bahasa Indonesia UNG)
TRIBUNGORONTALO.COM – Sosok Tati Irmawati memimpin Kelurahan Bugis, Kecamatan Dumbo Raya, Provinsi Gorontalo sejak Maret 2024.
Perempuan berusia 45 tahun ini memikul tanggung jawab besar. Tati memimpin wilayah dengan kepadatan penduduk mencapai 5.321 jiwa, yang terus meningkat setiap tahun.
Lantas, siapa Tati Irmawati?
Tati Irmawati merupakan alumnus Manajemen Keuangan dari Universitas Ichsan Gorontalo.
Ia memulai pengabdiannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak tahun 2010.
Sebelum dipercaya menjabat Lurah, ia telah mengasah pengalaman birokrasinya sebagai Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasi Ekbang) di Kelurahan Donggala selama empat tahun.
Masalah menahun luapan Sungai Bone menjadi agenda prioritas dalam masa kepemimpinannya.
Tati menjelaskan bahwa koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) telah dilakukan untuk rencana pembangunan tanggul.
"Proses administrasi pembangunan tanggul dijadwalkan berjalan pada tahun 2026, sementara konstruksi fisik ditargetkan mulai tahun 2027," ungkap istri dari Peter Kono tersebut.
Sembari menunggu proyek besar tersebut, Tati mengoptimalkan Dana Kelurahan dan peran Kelompok Masyarakat (Pokmas) untuk pembersihan drainase secara rutin.
Langkah ini difokuskan pada titik rawan genangan, salah satunya di wilayah Jalan Lumba-lumba, guna meminimalkan dampak air saat intensitas hujan tinggi.
Baca juga: Sosok Ramlan Amrain, Lurah Tenilo: Adik Leting Eks Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di STKS Bandung
Pendekatan Humanis dalam Masalah Sosial
Selain infrastruktur, Tati dihadapkan pada dinamika sosial di lingkungan padat. Meski angka kriminalitas besar tergolong nihil, ia mencermati adanya tren disorganisasi keluarga akibat perceraian yang berdampak pada keharmonisan lingkungan.
Ia menerapkan gaya kepemimpinan yang terinspirasi dari Wali Kota Gorontalo—mengedepankan transparansi, ketegasan, namun tetap adil.