Viral Gorontalo
Kamar Warga Tenilo Gorontalo Disusupi Kobra, Ini 4 Penyebab Ular Masuk Rumah
Seekor ular jenis King Cobra menyusupi rumah warga di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-ular-kobra.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tim Damkar Kota Gorontalo berhasil mengevakuasi seekor ular King Cobra yang bersembunyi di bawah kasur warga di Kelurahan Tenilo pada Selasa (3/3/2026) tanpa ada korban luka.
- Meski berhasil diamankan dalam botol air mineral berlubang udara, ular mematikan tersebut dilaporkan mati keesokan harinya sebelum sempat dilepasliarkan kembali ke alam
- Kehadiran ular di pemukiman dipicu oleh empat faktor utama, yaitu kemampuan adaptasi ular di habitat manusia, pencarian mangsa (seperti tikus)
TRIBUNGORONTALO.COM – Seekor ular jenis King Cobra menyusupi rumah warga di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Selasa (3/3/2026) siang.
Insiden ini menimpa Nonce Rajak (52), seorang ibu rumah tangga yang beralamat di Jalan Kancil.
Penemuan reptil mematikan tersebut tergolong sangat berbahaya karena posisinya yang tersembunyi dan sulit dipantau secara kasat mata.
Ular berbisa tersebut dilaporkan bersarang tepat di bawah tempat tidur atau kasur di salah satu kamar.
Keberadaannya semula sama sekali tidak disadari oleh penghuni rumah, yang tentu saja nyaris berujung pada situasi fatal jika terjadi kontak fisik secara tidak sengaja.
Mendapati adanya tamu tak diundang yang sangat berbahaya, pemilik rumah segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Laporan darurat ini segera direspons oleh tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Gorontalo.
Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan Kebakaran Kota Gorontalo, Muh Luthfie Latief, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan pertama kali pada pukul 13.36 Wita.
Informasi krusial tersebut diteruskan oleh seorang anggota Damkar bernama Rifay.
Tanpa membuang waktu, Regu 01 Damkar yang tengah bertugas langsung dikerahkan. Tim ini dipimpin oleh Komandan Regu (Danru) Ferdi Hubu dan didampingi oleh Wakil Komandan (Wadan) Erwin Igirisa untuk menuju lokasi kejadian.
Kecepatan respons petugas terlihat dari catatan waktu keberangkatan. Hanya berselang empat menit setelah laporan masuk, tepatnya pukul 13.40 Wita, tim evakuasi sudah meluncur menuju Jalan Kancil, Kelurahan Tenilo.
Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 20 menit. Tim penyelamat tiba di rumah Nonce Rajak pada pukul 14.00 Wita dan langsung melakukan sterilisasi area untuk memastikan keamanan warga yang berkerumun.
Petugas kemudian masuk ke dalam kamar yang dimaksud untuk melakukan pengecekan visual. Dengan peralatan khusus, tim menyisir bagian bawah kasur yang menjadi lokasi persembunyian ular King Cobra tersebut.
Setelah posisi ular dipastikan, dimulailah proses evakuasi yang mendebarkan. Petugas harus ekstra hati-hati mengingat King Cobra adalah salah satu spesies ular dengan bisa paling mematikan di dunia yang mampu melumpuhkan manusia dalam waktu singkat.
Proses penanganan berlangsung cukup intens selama kurang lebih 44 menit. Ketelitian petugas sangat diuji agar ular tidak melakukan serangan balik atau melarikan diri ke celah bangunan lainnya yang lebih sempit.
Tepat pada pukul 14.44 Wita, petugas akhirnya berhasil mengamankan ular tersebut. Dengan berakhirnya proses evakuasi, tim Damkar segera bersiap kembali ke Markas Komando (Mako) dan tiba di tujuan pada pukul 14.52 Wita.
Muh Luthfie Latief menyatakan rasa syukurnya karena operasi penyelamatan ini berjalan lancar. Ia memastikan bahwa ular berhasil ditangani sepenuhnya tanpa menimbulkan korban luka baik dari pihak penghuni rumah maupun petugas.
Baca juga: Daftar Alokasi Anggaran THR ASN 2026 Se-Gorontalo, Kabgor Paling Tinggi
“Alhamdulillah dapat ditangani dengan aman dan terkendali,” tegas Luthfie kepada TribunGorontalo.com, Rabu.
Namun, ada prosedur khusus yang diambil pihak Damkar mengingat jenis ular ini sangat berbahaya. Luthfie menjelaskan bahwa mereka tidak bisa langsung melepasliarkan ular tersebut ke alam bebas begitu saja tanpa pertimbangan keamanan.
Sebagai langkah pengamanan sementara, ular tersebut dimasukkan ke dalam wadah berupa botol air mineral besar yang telah diberi lubang udara. Hal ini dilakukan untuk mencegah risiko ular kembali masuk ke pemukiman dalam waktu dekat.
Sayangnya, kabar terbaru menyebutkan bahwa ular tersebut tidak bertahan lama.
"Sayangnya tadi pagi kami lihat sudah meninggal," ungkap Luthfie, mengabarkan kondisi terakhir ular King Cobra yang sempat membuat geger Tenilo tersebut.
Lantas, mengapa ular berbisa sekelas kobra bisa sampai masuk ke dalam kamar tidur di lingkungan pemukiman?
Ular kobra merupakan ular berbisa dari keluarga Elapidae. Hewan dari genus Naja ini memiliki kemampuan mengembangkan lehernya hingga membentuk tudung (hood) saat merasa terancam atau sedang bersiap menyerang.
Melansir dari Kompas.com, setidaknya ada empat penyebab utama mengapa ular, termasuk jenis berbisa, sering ditemukan masuk ke dalam rumah warga.
1. Kemampuan Beradaptasi dengan Manusia
Penyebab pertama yang sering tidak disadari adalah kemampuan adaptasi ular yang luar biasa. Dr. Amir Hamidy, M.Sc., seorang ahli herpetologi dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, menjelaskan bahwa ular tidak selalu identik dengan hutan belantara.
Menurut Amir, spesies ular sangat beragam dan banyak di antaranya yang sudah mampu beradaptasi dengan habitat manusia. Mereka dapat bertahan hidup di zona terbuka, lahan yang sudah mengalami degradasi, bahkan di tengah pemukiman padat penduduk.
Oleh karena itu, keberadaan ular di lingkungan rumah bukan berarti mereka "tersesat" dari hutan. Seringkali, area pemukiman memang sudah menjadi bagian dari jelajah hidup mereka karena kondisi lingkungan yang mendukung.
2. Mencari Mangsa atau Makanan
Alasan kedua yang paling umum adalah ketersediaan makanan. Lingkungan rumah manusia sering kali menjadi magnet bagi berbagai jenis hewan yang merupakan mangsa alami ular.
Keberadaan tikus, kadal, reptil kecil, hingga burung atau ayam peliharaan di sekitar rumah adalah sumber protein yang sangat menarik bagi ular. Ketika stok makanan di alam liar menipis, ular akan mengikuti instingnya menuju sumber makanan yang lebih mudah didapat.
"Ular pasti mencari mangsa yang paling mudah. Jika kita memelihara ternak sedangkan rumah dekat dengan area vegetasi, ular akan tertarik masuk," jelas Dr. Amir. Kebersihan rumah dari hama seperti tikus sangat krusial untuk mencegah kedatangan ular.
3. Perubahan Lingkungan dan Cuaca
Faktor ketiga berkaitan erat dengan fenomena alam, terutama perubahan cuaca ekstrem seperti hujan deras dan banjir. Ular adalah hewan yang bernapas menggunakan paru-paru, sehingga mereka tidak bisa tinggal di dalam air dalam waktu lama.
Saat musim hujan, lubang-lubang di tanah yang biasanya menjadi sarang ular akan terendam air. Kondisi ini memaksa ular keluar untuk mencari tempat yang lebih kering dan hangat guna bertahan hidup.
Rumah warga sering kali menjadi pilihan utama karena posisinya yang lebih tinggi dan terlindung dari genangan air. "Ular bukan makhluk akuatik. Ketika banjir, mereka pasti keluar untuk bernapas dan mencari perlindungan," tambah Amir.
4. Mencari Tempat Persembunyian Telur
Penyebab terakhir adalah faktor reproduksi. Ular betina yang sedang dalam fase bertelur membutuhkan tempat yang sangat aman, tenang, dan tersembunyi dari predator maupun gangguan makhluk lain.
Kondisi rumah yang sejuk, gelap, dan memiliki area-area jarang terjamah (seperti gudang atau kolong tempat tidur) sangat ideal bagi ular untuk meletakkan telur-telurnya. Ini adalah fase paling sensitif bagi induk ular.
Oleh karena itu, warga diimbau untuk tidak membiarkan tumpukan barang bekas atau area rumah dalam kondisi lembap dan gelap. Kebersihan serta penataan barang yang rapi dapat meminimalisir kemungkinan ular memilih rumah Anda sebagai lokasi sarang mereka.
Sebagian artikel ini dioptimasi dari Kompas.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.