Cap Go Meh di Gorontalo
Cap Go Meh 2026 Kota Gorontalo Pecah, Barongsai hingga Tradisi Langga-Koko’o Hibur Warga
Perayaan Cap Go Meh 2026 di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tulus Harapan Kita, Kota Gorontalo, resmi dimulai, Selasa (3/3/2026) malam.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KLENTENG-Tak-cuma-umat-Klenteng-ratusan-warga-ikut-meramaikan.jpg)
Sementara itu, Ketua TITD Tulus Harapan Kita, Kho Shio Khin, dalam sambutannya mengingatkan makna Cap Go Meh sebagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
"Perayaan cap go Meh merupakan perayaan turun-temurun yang merupakan bentuk syukur pada tahun baru," ujarnya.
Ia juga menyoroti makna toleransi dalam konteks kebhinekaan Indonesia.
"Di Indonesia Cap Go Meh merupakan toleransi anta umat beragama," bebernya.
Menurutnya, perayaan ini bukan hanya milik satu komunitas, melainkan membawa nilai kebersamaan yang lebih luas.
"Perayaan ini tidak hanya penting bagi masyarakat Tionghoa tetapi juga membawa berkah kebahagiaan dan kesejahteraan bagi kita semua," ucapnya.
Kho Shio Khin turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia kemudian mengajak seluruh masyarakat menikmati perayaan dengan penuh suka cita.
"Mari kita Rayakan cap go Meh ini dengan penuh semangat, suka cita," pungkasnya.
Setelah sambutan, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, secara resmi melepas dan membuka kegiatan tersebut.
Tak lama berselang, arak-arakan mulai keluar dari dalam kelenteng dan mengitari jalanan di Kota Gorontalo.
Sorak sorai warga pecah ketika barongsai tampil atraktif di tengah kerumunan.
Penampilan ondel-ondel turut menambah semarak euforia Imlek 2026.
Suasana semakin meriah dengan persembahan Langga dan Koko’o, tradisi khas Gorontalo yang berpadu harmonis dengan nuansa budaya Tionghoa.
Malam itu, kawasan TITD Tulus Harapan Kita benar-benar berubah menjadi lautan manusia. (*)