Universitas Negeri Gorontalo
Mahasiswa UNG Berjualan Takjil di Kota Gorontalo, Cari Sumber Dana Kegiatan
Bulan Ramadan dimanfaatkan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) membangun kemandirian
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mahasiswa-Ilkom-UNG-berjualan-takjil-di-Kota-Gorontalo.jpg)
Renaldi menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan Ramadan tersebut murni digagas dan dijalankan oleh mahasiswa, tanpa campur tangan pihak luar.
“Program kerja ini dibuat murni oleh anak-anak HIMAKOM. Ini bagian dari proses belajar kami sebagai mahasiswa,” katanya.
Menurutnya, kegiatan sederhana seperti berjualan takjil justru menjadi sarana efektif untuk membangun mental mandiri, kerja sama tim, dan kepemimpinan di lingkungan organisasi mahasiswa.
Pantauan Tribun Gorontalo di lapangan, para mahasiswa terlihat berjualan di depan kampus UNG, tepatnya di pertigaan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Nani Wartabone.
Di lokasi tersebut, berdiri sebuah meja sederhana bertuliskan “Lapak Es Prasmanan” yang menjajakan es buah sebagai menu utama berbuka puasa.
Sejumlah mahasiswa perempuan tampak sigap melayani pembeli. Sesekali, mereka terdengar memanggil dan menawarkan dagangan dengan suara lantang untuk menarik perhatian pengendara dan pejalan kaki yang melintas.
Di sekitar lokasi, tidak hanya lapak takjil mahasiswa yang berjejer. Berbagai lapak takjil lainnya turut meramaikan kawasan depan kampus. Setiap Ramadan, area ini memang selalu menjadi pusat penjualan takjil bagi masyarakat.
Menjelang sore hingga waktu berbuka, kawasan tersebut semakin padat oleh warga yang berburu hidangan berbuka. Arus kendaraan melambat, sementara pembeli silih berganti mendatangi lapak-lapak takjil yang berjajar di sepanjang jalan. (*)