Pasar Senggol Gorontalo
Pedagang Gorden Perdana Buka Lapak di Pasar Senggol Kota Gorontalo
Aktivitas Pasar Senggol di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, mulai menggeliat meski pembukaan resminya belum ada.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Santi-Mohamad.jpg)
• Stik gorden (hingga 6 meter): Rp20.000 per ujung.
Santi melayani pembeli setiap hari mulai pukul 08.00 Wita hingga tengah malam.
Progres Pemasangan Tenda
Meski sebagian kecil pedagang sudah mulai berjualan, suasana pasar secara umum masih lengang. Ridwan Hasan, juru parkir setempat, menyebutkan bahwa baru sekitar empat pedagang yang mengisi lapak.
"Pemasangan tenda memang belum selesai seluruhnya. Namun, bagi pedagang yang sudah memiliki petak, mereka diperbolehkan menempati lapak lebih awal meskipun opening resminya baru sekitar seminggu lagi," jelas Ridwan.
Pemasangan tenda saat ini membentang dari depan Columbus di Jalan Imam Bonjol hingga pertigaan Jalan KH Ahmad Dahlan dan mengarah ke Jalan Letjen Suprapto. Koridor tenda setinggi tiga meter tersebut kini baru mencapai kawasan Kota Tua.
Kebijakan Pemkot Gorontalo
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Gorontalo, Haryono Suronoto, menegaskan bahwa izin pemasangan tenda saat ini baru diberikan untuk wilayah Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Limba B.
"Pemasangan tenda di empat titik lainnya dijadwalkan menyusul pada 5 Maret mendatang," ungkapnya.
Pemerintah memperkirakan total akan ada 269 unit lapak yang tersebar di lima titik (empat ruas jalan di Kelurahan Biawao dan satu titik di Kelurahan Limba B). Menariknya, terkait biaya sewa, pemerintah mengikuti arahan Wali Kota untuk tidak mematok tarif baku.
"Biaya sewa tidak dipatok nominalnya, disesuaikan saja dengan kemampuan para pedagang," pungkas Haryono. (*)