Senin, 16 Maret 2026

Pasar Senggol Gorontalo

Jelang Pasar Senggol Gorontalo, Tenda di Jalan Imam Bonjol dan Letjen Suprapto Mulai Berdiri

Tenda-tenda setinggi sekitar tiga meter kini berdiri memanjang di sejumlah ruas jalan, dengan total estimasi 269 lapak yang disiapkan

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kota Gorontalo menyiapkan estimasi 269 lapak yang tersebar di lima titik lokasi, dengan pusat pemasangan tenda saat ini difokuskan di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Letjen Suprapto
  • Meskipun tenda mulai berdiri di Jalan Imam Bonjol, pemasangan tenda untuk empat titik lainnya di wilayah Kota Selatan baru dijadwalkan pada 5 Maret 2026
  • Dinas Perdagin menegaskan tidak ada tarif baku sewa lapak yang dipatok pemerintah, sementara Dinas Perhubungan mulai melakukan pengamanan lalu lintas

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Persiapan Pasar Senggol Ramadan 2026 di Kota Gorontalo mulai menunjukkan wujudnya.

Tenda-tenda setinggi sekitar tiga meter kini berdiri memanjang di sejumlah ruas jalan, dengan total estimasi 269 lapak yang disiapkan di lima titik.

Namun hingga Jumat (27/2/2026), baru satu lokasi yang secara resmi diperbolehkan memasang tenda.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perdagin) Kota Gorontalo, Haryono Suronoto, menegaskan bahwa pemasangan tenda saat ini baru di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Limba B.

"Yang sekarang yang boleh pasang tenda itu baru di Jalan Imam Bonjol," ujarnya kepada TribunGorontalo.com.

Sementara itu, untuk empat titik lainnya di wilayah Kota Selatan, pemasangan tenda dijadwalkan pada 5 Maret 2026.

"Untuk yang lain, pemasangan tenda nanti tanggal lima," imbuhnya.

Dalam hitungan awal, pemerintah memperkirakan total lapak yang akan dibuka di lima titik Pasar Senggol mencapai 269 unit.

Jumlah tersebut tersebar di empat ruas jalan di Kelurahan Biawao: Jalan MT Haryono, Jalan Sutoyo, Jalan S Parman, dan Jalan Suprapto, serta satu titik di Kelurahan Limba B, yakni Jalan Imam Bonjol.

Meski demikian, angka 269 lapak itu masih bersifat estimasi dan dimungkinkan berkurang menyesuaikan kondisi di lapangan.

Terkait biaya sewa, Haryono menegaskan tidak ada tarif baku yang dipatok pemerintah.

"Biaya sesuai arahan Pak Wali Kota itu tidak dipatok berapa, jadi sesuai dengan kemampuan pedagang," bebernya.

Namun, pengelola tetap harus memperhitungkan biaya teknis seperti pemasangan tenda dan kebutuhan listrik yang nantinya dikomunikasikan antara pengelola dan pedagang.

Baca juga: Lestarikan Cerita Rakyat, Pemkab Bone Bolango Gelar Lomba Bertutur bagi Siswa SD dan MI

Tenda warga mulai berdiri di kawasan pusat perbelanjaan
PASAR SENGGOL -- Tenda warga mulai berdiri di kawasan pusat perbelanjaan Kota Gorontalo, Jumat (27/2/2026). (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Untuk titik Pasar Senggol di Jalan Imam Bonjol sendiri, menurutnya sudah dapat mulai diisi pedagang.

Meski secara resmi disebut baru Jalan Imam Bonjol yang telah memasang tenda, pantauan TribunGorontalo.com di lapangan menunjukkan tenda juga telah terpasang di Jalan Letjen Suprapto, memanjang ke arah selatan dan berhadapan dengan Jalan Imam Bonjol.

Beberapa pengendara masih nekat melintas meskipun kaki-kaki tenda sudah berada di tengah badan jalan. Sejumlah mobil bahkan terlihat harus putar balik.

Di sepanjang ruas yang telah dipasangi tenda, nama atau inisial pemilik lapak sudah mulai dituliskan di tepi jalan sebagai penanda.

Namun, masih ada pula lapak yang belum terisi dan belum diberi identitas.

Hingga saat ini, nyaris belum ada pedagang yang benar-benar menempati lapak tersebut.

Di tengah pemasangan tenda, sejumlah petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Gorontalo tampak berjaga di beberapa titik.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Kota Gorontalo, Rahmanto Idji, menjelaskan bahwa pihaknya masih pada tahap awal pengamanan.

"Tugas awal melakukan pengamanan lalu lintas dan survei," jelasnya.

Untuk skema penutupan jalan maupun rekayasa lalu lintas, Dishub masih menunggu keputusan final dari Perdagin.

"Menunggu petunjuk dari Perdagin," pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Gorontalo telah menetapkan lima titik Pasar Senggol Ramadan 2026 yang seluruhnya berada di wilayah Kota Selatan.

Penetapan itu ditandai dengan pengukuran pada Minggu (22/2/2026) malam.

Pengukuran dilakukan dengan menarik tali sepanjang 50–100 meter dan menandai titik lapak menggunakan simbol “X” dengan cat merah sebagai batas resmi.

Langkah ini diambil untuk mengatur jarak antar lapak, memastikan ruang akses publik tetap tersedia, serta mencegah lapak melampaui batas yang bisa mengganggu fasilitas umum.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pasar Senggol Ramadan menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat, namun juga kerap memicu kemacetan dan kepadatan kawasan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 16 Maret 2026 (26 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:03
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved