Kebakaran Rumah di Padebuolo
Rumah Warga Padebuolo Gorontalo Nyaris Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Kebakaran melanda satu unit rumah milik Roni Laiya (48), warga Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Hermansyah-Laiya.jpg)
Ringkasan Berita:
- Rumah milik Roni Laiya (48) terbakar Sabtu (14/2/2026) malam saat ditinggal kosong usai Salat Isya
- Api cepat merambat dari kamar depan ke atap, memicu kepanikan warga karena lokasi padat penduduk
- Petugas Damkar tiba pukul 20.43 Wita dan berhasil memadamkan api pukul 22.02 Wita, dugaan sementara korsleting listrik
- Dinding sebagian besar masih berdiri, keluarga korban tampak terpukul sambil menyelamatkan barang-barang yang tersisa
TRIBUNGORONTALO.COM – Kebakaran melanda satu unit rumah milik Roni Laiya (48), warga Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (14/2/2026) malam.
Insiden terjadi ketika rumah dalam keadaan kosong usai salat Isya. Berdasarkan laporan resmi Damkar Kota Gorontalo, informasi kebakaran masuk pukul 20.35 Wita.
Lima menit kemudian, petugas bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 20.43 Wita. Penanganan dinyatakan selesai pukul 22.02 Wita.
Rumah tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan lima jiwa. Saat kejadian, tidak ada penghuni di dalam rumah. Saudara kandung pemilik rumah, Hermansyah Laiya, menuturkan bahwa saat itu Roni dan istrinya berada di rumah sakit, sementara anak dan menantunya memiliki kesibukan lain di luar rumah.
“Kejadian setelah Salat Isya, rumah kosong saat itu,” kata Hermansyah.
Kobaran api pertama kali diketahui warga dari bagian kamar depan. Api dengan cepat merambat ke atap bangunan.
Dalam video yang beredar, api terlihat membesar dan menyala hebat dari dalam rumah. Kondisi tersebut memicu kepanikan warga karena lokasi rumah berada di kawasan padat penduduk. Api bahkan nyaris merambat ke bangunan di sampingnya.
Seorang warga, Mayang, menggambarkan situasi saat api membesar.
“Api juga sudah mau ke rumah sebelah, coba lihat bagian atapnya rumah itu hangus,” ujarnya.
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas Damkar mengalami kendala akses menuju titik api karena lokasi sempit dan padat bangunan. Jarak semprot ke sumber api cukup jauh. Saat kejadian, hujan gerimis turut turun, namun kondisi cuaca tidak terlalu berpengaruh terhadap proses pemadaman.
Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas Damkar bersama warga dan pihak terkait berupaya keras.
Kondisi Rumah Pascakebakaran
Pantauan TribunGorontalo.com menunjukkan bagian atap bangunan terbakar hampir seluruhnya. Hanya beberapa lembar seng yang masih tersisa.
Bagian dalam rumah hingga dapur tampak menghitam akibat asap dan jilatan api. Kayu-kayu utama bangunan juga hangus terbakar.
Secara keseluruhan, dinding rumah sebagian besar masih berdiri kokoh. Di depan rumah, keluarga korban tampak terpukul. Mereka berkumpul di antara barang-barang yang berhasil diselamatkan, mencoba menerima kenyataan pahit atas musibah tersebut.