Polemik Bansos Gorontalo
Padahal Masih Hidup! Lansia di Gorontalo Tercatat Meninggal di Dukcapil, Pantas Dicoret dari Bansos
Fakta terungkap di balik dugaan terhentinya bantuan bagi dua nenek kakak beradik penyandang tunanetra di Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KELIRU-DATA-Hapisah-Katili-lansia-76-tahun-di-Kelurahan-Padebuolo-Kota-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Seorang lansia tunanetra di Kelurahan Padebuolo, Kota Gorontalo, sempat kehilangan bantuan sosial karena tercatat meninggal dunia dalam sistem data kependudukan.
- Kesalahan tersebut diduga terjadi akibat kemiripan nama dengan warga lain yang meninggal dunia.
- Setelah dilakukan penelusuran dan koordinasi dengan Dukcapil, nama yang bersangkutan kini telah kembali muncul dalam data kependudukan.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Fakta terungkap di balik dugaan terhentinya bantuan bagi dua lansia kakak beradik penyandang tunanetra di Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.
Salah satu dari mereka ternyata sempat tercatat meninggal dunia dalam sistem data pemerintah, padahal ia masih hidup dan kondisi sehat seperti dikonfirmasi Senin (9/2/2026).
Gara-gara itu, Hapisah Katili (76) mengaku tidak menerima bantuan. Sebab, tak mungkin orang meninggal menerima bantuan.
Informasi itu ia dengar dari pemerintah setempat saat menanyakan soal status bantuan nya.
Baca juga: BPJS PBI Dicoret, Pemprov Jabar Siap Bayar Iuran Warga Miskin
Ia menjelaskan, hal itu diduga terjadi karena adanya warga lain yang meninggal dunia dengan nama dan marga yang serupa dengannya.
“Padahal itu orang meninggal, hanya sama dengan kita marganya, namanya Hajira Katili,” ungkap Hapisah.
Akibat kesalahan data tersebut, Hapisah menduga dirinya yang justru dinyatakan meninggal dunia.
Kondisi itu berdampak langsung pada bantuan yang seharusnya ia terima.
“Sudah lama saya tidak dapat apa-apa, dorang (mereka) bilang sudah meninggal,” ujarnya.
Lurah Padebuolo Kaget
Sementara itu, Lurah Padebuolo, Rosdiyati Usman membenarkan adanya persoalan data tersebut.
Ia menjelaskan, setelah dilakukan pengecekan melalui aplikasi dan koordinasi dengan bagian kesejahteraan sosial, ditemukan bahwa Hapisah memang terdaftar sebagai warga yang telah meninggal dunia.
“Setelah saya suru cek di aplikasi, saya suru cek ke Kesra, terdaftar meninggal,” kata Rosdiyati.
Mengetahui hal tersebut, ia mengaku langsung menghubungi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk mempertanyakan status warganya yang masih hidup namun tercatat meninggal.
Proses pnelusuran data kemudian dilakukan dengan meminta dokumen kependudukan seperti KK dan KTP.
Ia juga mengungkapkan bahwa berkas milik Hapisah sempat berada pada pihak lain.
Untuk memastikan kejelasan data, ia meminta ketua RT setempat membantu menelusuri dokumen tersebut.
Baca juga: Dahlan Dahi Terima Penghargaan PWI Awards 2026, Munir Sebut Figur Tulus dan Ikhlas
Ternyata, berkas dari Hapisah justru berada di tangan mantan pegawai di kelurahan tersebut.
Tiba-tiba "Hidup"
Setelah dilakukan koordinasi lanjutan dengan Dukcapil, pihak kelurahan menemukan perkembangan terbaru.
Nama Hapisah disebut sudah kembali muncul dalam data kependudukan. Artinya, ia kembali "hidup" secara administratif.
“Tiba-tiba kemarin torang (kami) cek, namanya sudah ada di Dukcapil desil 5,” ujarnya.
Rosdiyati menduga perubahan data tersebut terjadi karena sudah ada pihak yang mengurus kembali dokumen yang sebelumnya bermasalah.
Meski begitu, ia mengaku masih bingung mengapa kesalahan pencatatan meninggal dunia bisa terjadi pada warganya yang masih hidup.
Kasus ini menjadi telah sorotan karena berdampak langsung pada terhentinya bantuan sosial yang sangat dibutuhkan oleh lansia penyandang disabilitas tersebut.
Kelurahan Padebuolo berada dekat dengan pusat pemerintahan Kota Gorontalo. Jika ditarik garis lurus, wilayah ini hanya berjarak 6 menit dari Kantor Wali Kota Gorontalo.
Wilayah ini juga beririsan dengan sejumlah kantor pemerintahan, ada Bapppeda Provinsi Gorontalo, Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPW BI) Gorontalo, Serta Badan Keuangan.
Padebuolo juga merupakan akses utama menuju Kantor Gubernur Gorontalo dan DPRD Provinsi Gorontalo yang berada di Puncak Botu. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.