Harga Bahan Pokok
Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Masih Terkendali Jelang Ramadan
Update harga bahan pokok di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo terpantau masih relatif stabil menjelang bulan suci Ramadan.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pedagang-Pasar-Sentral-Kota-Gorontalo-fffff.jpg)
Ringkasan Berita:
- Update harga bahan pokok di Pasar Sentral Kota Gorontalo
- Beberapa komoditas seperti cabai dan tomat mulai mengalami kenaikan harga
- Kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh pasokan yang mulai menipis dari luar daerah
TRIBUNGORONTALO.COM - Update harga bahan pokok di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo terpantau masih relatif stabil menjelang bulan suci Ramadan.
Meski demikian, beberapa komoditas seperti cabai dan tomat mulai mengalami kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir, seiring berkurangnya pasokan dari luar daerah.
Pantauan TribunGorontalo.com di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Selasa (3/2/2026), aktivitas jual beli tetap berlangsung normal.
Pasar tradisional terbesar di Kota Gorontalo ini berlokasi di Kelurahan Limba U Satu, Kecamatan Kota Selatan, dan menjadi pusat perputaran bahan pokok masyarakat dari berbagai wilayah.
Pasar Sentral sendiri memiliki dua lantai. Di lantai satu merupakan tempat jual beli bahan pokok. Sedangkan lantai dua diubah menjadi pasar hobi yang isinya ada berbagai ikan hias, satwa dan mobil tamiya.
Dani Lamusu, pedagang pasar, mengatakan harga cabai kritiking atau cabai keriting mengalami kenaikan dibandingkan dua pekan sebelumnya.
“Cabai kriting sekarang di harga Rp30 ribu per kilogram. Dua minggu lalu masih lebih murah,” ujar Dani.
Selain cabai, Dani juga menyebutkan harga minyak kelapa masih terpantau stabil.
Minyak kelapa yang dijual dalam ukuran botol bekas air mineral atau ukuran botol Aqua dipasarkan dengan harga Rp28 ribu per botol.
“Minyak kelapa masih stabil, satu botol ukuran air mineral dijual Rp28 ribu,” jelas Dani.
Menurutnya, kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh pasokan yang mulai menipis dari luar daerah, sementara permintaan tetap berjalan.
Kondisi tersebut kerap terjadi menjelang Ramadan ketika kebutuhan masyarakat mulai meningkat.
Pedagang pasar, Iyam Sadu, menyebutkan tomat juga mengalami kenaikan harga dalam waktu singkat.
“Tomat sekarang Rp12 ribu per kilogram. Kemarin masih Rp8 ribu,” katanya.
Selain tomat, cabai rawit turut mengalami kenaikan. Saat ini, cabai rawit dijual dengan harga sekitar Rp50 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 45 ribu per kilogram.
"Cabai rawit naik Rp5 ribu, memang kalau cabai sering naik turun," bebernya.
Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih masih terpantau stabil di kisaran Rp 38 ribu per kilogram.
“Bawang merah dan bawang putih masih stabil, belum ada kenaikan,” ujar Iyam.
Meski beberapa komoditas mulai naik, para pedagang menilai stok bahan pokok di Pasar Sentral Kota Gorontalo saat ini masih mencukupi.
Mereka memperkirakan harga berpotensi kembali bergerak naik menjelang Ramadan apabila pasokan dari luar Gorontalo terus berkurang.
Sairin, pedagang ikan, mengatakan harga ikan laut masih relatif terjangkau.
“Harga ikan rata-rata Rp25 ribu per kilogram. Masih normal,” ujarnya.
Sementara itu, Rahman, pedagang beras di Pasar Sentral Kota Gorontalo, menyampaikan bahwa harga beras hingga kini masih stabil.
“Harga beras masih stabil. Per karung ada yang Rp600 ribu sampai Rp700 ribu per koli, tergantung jenisnya,” kata Rahman.
Untuk penjualan eceran, harga beras berada di kisaran Rp14 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram.
Ia memastikan stok beras masih aman dan distribusi berjalan lancar.
Meski harga relatif terkendali, sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi pasar yang belum terlalu ramai.
Mereka menilai jumlah pedagang saat ini lebih banyak dibandingkan jumlah pembeli yang datang setiap hari.
“Pedagang banyak, tapi pembeli masih sedikit,” keluh mereka.
Para pedagang berharap pemerintah daerah dapat turut menjaga kelancaran distribusi bahan pokok menjelang Ramadan, agar pasokan tetap tersedia dan harga tidak melonjak tajam.
Mereka juga berharap daya beli masyarakat dapat kembali meningkat sehingga aktivitas jual beli di pasar kembali ramai.
“Kami berharap pasokan lancar dan harga tetap stabil, supaya pembeli tidak terbebani dan kami juga bisa tetap berjualan dengan baik,” ujar pedagang
Pasar Sentral Kota Gorontalo merupakan pusat perdagangan utama di Pusat Ibu Kota Provinsi Gorontalo.
Lokasinya yang berada di pusat kota membuat pasar ini mudah diakses masyarakat.
Dari Pelabuhan Gorontalo, Pasar Sentral Kota Gorontalo dapat ditempuh sekitar 15 hingga 20 menit perjalanan darat.
Sementara dari Bandara Djalaluddin Gorontalo, jarak menuju pasar ini sekitar 40 hingga 45 menit perjalanan darat, tergantung kondisi lalu lintas.
Dengan perannya sebagai pusat distribusi bahan pokok, pergerakan harga di Pasar Sentral Kota Gorontalo kerap menjadi indikator awal kondisi pasokan pangan di daerah.
Para pedagang berharap situasi pasar tetap kondusif menjelang Ramadan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau.(*/Jefri)
Daftar Harga Bahan Pangan di Pasar Sentral Kota Gorontalo :
- Cabai kriting Rp30 ribu per kilogram.
- Minyak Kelapa Curah Rp28 ribu per botol
- Tomat Rp12 ribu per kilogram
- Cabai rawit Rp50 ribu per kilogram
- Harga bawang merah dan bawang putih Rp38 ribu per kilogram.
- Harga ikan rata-rata Rp25 ribu per kilogram
- Harga beras Rp600 ribu sampai Rp700 ribu per koli
- Harga beras Rp14 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram.
| Daftar Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral dan Indogrosir Gorontalo per Senin 9 Maret 2026 |
|
|---|
| Daftar Harga Bahan Pokok di Pasar Tenggela dan Tuladenggi Gorontalo |
|
|---|
| Stok Minyak Melimpah di Sejumlah Minimarket Gorontalo, Gula dan Telur Kosong |
|
|---|
| Harga Bahan Pokok di Minimarket Kota Gorontalo per 23 Februari 2026 |
|
|---|
| Harga Ikan di TPI Gorontalo Minggu 22 Februari 2026, Cakalang Naik 2 Kali Lipat |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.