Harga Durian Gorontalo
Rahmat Jual Durian asal Sulawesi Tengah, Ada Jaminan Tukar hingga Sehari Habis 500 Buah
Raja Durian terletak di Jalan HB Jassin, eks Agus Salim, tepat di depan RS Bunda Kota Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/UMKM-Raja-Durian-Gorontalo-berada-999999.jpg)
Ringkasan Berita:
- Raja Durian Kota Gorontalo menjual durian asal Sulawesi Tengah.
- Raja Durian beri jaminan tukar jika buah yang dibeli pelanggan ternyata busuk, mentah, atau hambar.
- Rahmat mengaku bisa menjual 500 biji durian dalam sehari jualan
TRIBUNGORONTALO.COM - Rahmat Nur, pedagang di Raja Durian Kota Gorontalo menjual durian asal Sulawesi Tengah.
Raja Durian terletak di Jalan HB Jassin, eks Agus Salim, tepat di depan RS Bunda Kota Gorontalo.
Rahmat menawarkan durian dengan harga terjangkau. Dia memberi jaminan tukar jika buah yang dibeli pelanggan ternyata busuk, mentah, atau hambar.
Rahmat menjelaskan durian yang dijualnya, sebagian besar didatangkan dari Sulawesi Tengah. Harga beli di daerah asal yang bervariasi.
“Di sana, belinya beda-beda. Ada yang Rp20 ribu, Rp25 ribu, sampai Rp30 ribu per biji. Bahkan ada yang tembus Rp40 ribu tergantung ukuran dan kualitas,” ujar Rahmat pada Senin (26/1/2026) malam.
Ia mengatakan, Raja Durian Kota Gorontalo mulai buka pada pukul 14.00 Wita hingga pukul 03.00 Wita.
Aktivitas jual beli berlangsung setiap hari, terutama ramai pada malam hari.
Rahmat mengaku telah berjualan durian sejak lama, mulai fokus secara serius sekitar lima tahun terakhir.
Dalam perjalanannya, ia berupaya menjaga kepercayaan konsumen dengan sistem garansi tukar.
“Kalau durian busuk, mentah, atau tawar, kita ganti. Mau dimakan di sini atau dibawa pulang ke rumah, bahkan dua sampai tiga hari kemudian tetap kita ganti,” katanya.
Menurut Rahmat, kebijakan tersebut penting agar pembeli tidak merasa dirugikan.
Ia menyadari tidak semua durian bisa dipastikan sempurna meski sudah dipilih.
“Kalau ada yang niat menipu mungkin ada, tapi dari 20 orang paling satu. Itu tidak berpengaruh,” ucapnya.
Selain harga dan jaminan tukar, Rahmat menyebut keunggulan lain dari usahanya adalah efisiensi biaya distribusi.
Ia memanfaatkan perjalanan kendaraan yang sebelumnya sudah memiliki keperluan lain, sehingga ongkos angkut durian bisa ditekan.
“Makanya kita bisa jual lebih murah dibanding penjual lain,” jelasnya.
Rahmat juga melihat adanya peningkatan daya beli masyarakat dibandingkan tahun sebelumnya.
Tahun lalu, masih ada durian dijual Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per biji, kini harga terendah umumnya berada di kisaran Rp20 ribu.
“Sekarang yang paling banyak itu Rp25 ribu sampai Rp30 ribu. Mendekati tanggal satu, durian kecil pun bisa habis semua,” katanya.
Raja Durian Kota Gorontalo Jual 500 Buah Per Hari
Rahmat mengaku bisa menghabiskan ratusan biji durian dalam sehari jualan.
"Pendapatan tidak tetap, tapi kalau kita jual dari sore sampai malam itu 500 biji itu habis, "ungkapnya.
Usaha jualan durian juga memiliki tantangan, di antaranya salah beli dari pemasok.
“Kadang ketemu penjual nakal, durian mentah dicampur. Sampai di sini tidak bisa dijual,” ungkapnya.
Ia juga menyebut durian yang jatuh lebih dari satu hari berisiko pecah dan menurunkan harga jual.
Dia berupaya hanya membawa durian yang baru jatuh pada hari yang sama.
Nurlela Telaga, Pembeli durian mengaku sering membeli durian di lapak Raja Durian Gorontalo karena harga yang relatif terjangkau dan adanya jaminan kualitas.
“Kalau beli di sini rasanya lebih aman. Kalau duriannya tidak enak, bisa ditukar. Itu yang bikin saya sering kembali beli,” kata Nurlela saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, pelayanan yang diberikan pedagang juga menjadi nilai tambah.
“Penjualnya jelaskan dulu duriannya seperti apa, manis atau agak pahit. Kita jadi bisa pilih sesuai selera,” ujarnya.
Amatan TribunGorontalo.com pada Senin malam, lapak Raja Durian Gorontalo ramai dikunjungi pembeli.
Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat tampak berhenti silih berganti di pinggir jalan.
Suara durian dibelah bercampur dengan obrolan pembeli yang memilih buah sesuai selera.
Durian disusun rapi di atas meja kayu sederhana. Ada yang di bawah dan di atas pembeli tinggal memilih mau ambil yang mana.
Di bagian depan lapak, terpampang tulisan penegasan garansi: busuk, mentah, atau tawar. Kami ganti baru.
Beberapa pembeli terlihat membuka durian di tempat, sementara lainnya memilih membungkus untuk dibawa pulang.
Aroma durian yang menyengat menyebar hingga beberapa meter dari lapak, menarik perhatian pengendara yang melintas.
Aktivitas jual beli berlangsung cepat, dengan Rahmat dan pekerjanya sigap melayani permintaan pelanggan.
Meski berjualan hingga larut malam, suasana tetap tertib. Pedagang sesekali terlihat berdialog dengan pembeli, menjelaskan asal durian serta perkiraan rasa dan tekstur buah yang ditawarkan.
Keberadaan lapak ini tidak hanya menjadi tempat jual beli, tetapi juga ruang interaksi sosial masyarakat yang berburu durian malam hari. (*/Jefri)
| Jadwal Buka Puasa Kota Gorontalo Hari Ini Selasa, 10 Maret 2026 Beserta Doa Berbuka Puasa |
|
|---|
| Pemprov Gorontalo Siapkan Rp30 Miliar untuk THR ASN, Cair Tunggu Regulasi |
|
|---|
| Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo Utara Peringkat 2, Bupati Thariq Modanggu: Ini Menggembirakan |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Aries dan Taurus Besok Rabu 11 Maret 2026: Cinta, Keuangan, Karier, Kesehatan |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Gorontalo Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026 |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.